Polisi Tangkap 2 Pengedar Sabu Jaringan Malaysia di Samarinda

Suriyatman - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 12:22 WIB
Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman
Foto: Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman. (Suriyatman-detikcom)
Samarinda -

Polisi kembali menangkap dua orang pengedar narkoba di Samarinda. Kalimantan Timur. Keduanya merupakan jaringan sabu asal Malaysia.

Kedua pelaku yakni Malla (52) warga kompleks Pasar Segiri Kelurahan Sidodadi dan Supri (24) warga Jalan Perniagaan, Keluarga Bandara, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sabu siap edar yang diletakan di dalam tas.

Kapolresta Samarinda Kombes Arif Budiman mengatakan para pelaku ditangkap berkat laporan masyarakat tentang adanya aktivitas jual beli narkoba. Setelah diselidiki, para pelaku akhirnya ditangkap di jalan Perniagaan Gang Ernawati, Kelurahan Bandara, Samarinda, tepatnya di kos-kosan pelaku, Rabu (12/2/2020) malam.

"Setelah dilakukan penyelidikan kemudian dilaksanakan penangkapan terhadap kedua orang tersebut yang selanjutnya dilakukan penggeledahan badan, pakaian dan tempat tinggal, petugas menemukan barang bukti sabu-sabu," kata Arif Budiman, Kamis (13/2/2020).

Sabu itu ditemukan di dalam tas berwarnah hitam yang disimpan di dalam jok sepeda motor Nopol KT 3592 NX. Sabu-sabu itu dimasukkan ke dalam 18 bungkus plastik klip dengan total berat sabu sabu seberat 902,3 gram, dan 1 buah tas kecil berwarna hijau merek moodzy supply yang berisikan 5 bungkus plastik klip yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat 21,46 gram. Selain itu, polisi juga mengamankan 1 handpone, 1 timbangan digital, dan 1 bendel plastik klip sebagai barang bukti.

Para pelaku mengakui sabu yang ditemukan polisi adalah milik mereka. Petugas kemudian langsung membawa para pelaku untuk dimintai keterangan.

"Ini sudah tangkapan ke lima dalam satu bulan terakhir dengan jumlah barang barang bukti yang diamankan seberat 15 kilogram sabu-sabu, dan kami tidak akan berhenti di sini karena kasus ini masih kita tindak lanjuti untuk mencari pelaku lainnya," kata Arif Budiman.

Selanjutnya
Halaman
1 2