Tiket Kereta Mudik Lebaran Keberangkatan Jakarta Bisa Dipesan Mulai Besok

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 08:42 WIB
Ilustrasi Kereta Api DAOP 5 Purwokerto
Foto Kereta Api: Rinto Heksantoro/detikcom
Jakarta -

PT Kereta Api Indonesia (persero) sudah menyiapkan tiket mudik Lebaran 2020 keberangkatan Daop 1 Jakarta. Calon pemudik segera bisa mulai memesan tiket tersebut.

Dalam keterangan tertulis PT KAI, Kamis (13/2/2020), PT KAI mulai menjual tiket KA reguler masa angkutan Lebaran mulai H-90 untuk keberangkatan H-10 Lebaran atau 14 Mei 2020 dan seterusnya. Tiket KA reguler masa angkutan Lebaran 1441 H dijual mulai 14 Februari 2020 pukul 00.00 WIB melalui website KAI, aplikasi KAI Access dan seluruh channel penjualan resmi KAI lainnya. Hari Raya Idul Fitri 1441 H diprediksi jatuh tanggal 24-25 Mei 2020.

"Di masa angkutan Lebaran tahun ini, ada beberapa KA baru keberangkatan di wilayah Daop 1 Jakarta, sesuai Gapeka 2019. Seperti hadirnya KA Anjasmoro, Dharmawangsa, Turangga, Argo Wilis, dan Malabar. Semoga semakin dapat mengakomodir kebutuhan pengguna KA untuk perjalanan mudik," jelas Executive Vice President Dadan Rudiansyah.


Daop 1 Jakarta akan mengoperasikan 67 KA reguler yang terbagi menjadi 37 KA keberangkatan dari Stasiun Gambir, 27 KA dari Stasiun Pasar Senen dan 3 KA dari Stasiun Jakarta Kota. Dalam kurun waktu 22 hari masa angkutan Lebaran yakni dari 14 Mei-4 Juni 2020, ada 879.736 tempat duduk (TD) yang tersedia untuk pemberangkatan dari Daop 1 Jakarta.

Perinciannya adalah 405.856 TD keberangkatan dari Stasiun Gambir, 426.360 TD keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen dan 47.520 TD dari Stasiun Jakarta Kota.


Mengantisipasi meningkatnya jumlah pengunjung channel penjualan tiket, KAI mengoptimalkan sistem penjualan tiket serta menambah kapasitas server dan bandwidthdua kali lipat dari hari biasa. Hal ini diharapkan agar pemesanan tiket di seluruh channel berjalan lancar.

"Pastikan pemesanan tiket Lebaran melalui channel resmi KAI atau mitra resmi yang telah bekerja sama dengan KAI. Guna menghindari penipuan, gangguan sistem, atau adanya biaya jasa yang tidak wajar," sebut Dadan.

Simak Video "Kereta Berkecepatan Tinggi di Italia Anjlok, 2 Masinis Tewas"

[Gambas:Video 20detik]

(gbr/zap)