Libatkan Oknum Honorer Dukcapil, Begini Modus Mafia Tanah Rp 70 M

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Kamis, 13 Feb 2020 02:17 WIB
Kapolda Metro Jaya-Menteri ATR
Foto: Kapolda Metro Jaya-Menteri ATR (Sachril-detikcom)
Jakarta -

Polda Metro Jaya membongkar mafia tanah yang memalsukan sertifikat. Seorang tenaga honorer di Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pamulang terlibat dalam jaringan sindikat mafia tanah tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana menyebut, oknum tenaga honorer itu berperan memalsukan data korban pada e-KTP. Identitas korban dipalsukan agar sertifikat yang dipalsukan seolah-olah valid.

"Yang pembuatan e-ktp ilegal, mereka bagian dari sindikat tersebut menginput data palsu menggunakan perekam e-ktp di Pamulang," kata Irjen Nana dalam jumpa pers di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2020).


"Terus menghadirkan figur sesuai nama di sertifikat, sehingga e-KTP valid dan terdaftar di Dukcapil, ini dilakukan oknum honorer di Pamulang," sambung Nana.

Sertifikat tanah atas nama korban yang dipalsukan itu kemudian dijual ke pihak lain dengan harga yang jauh lebih murah dari harga pasaran. Jaringan ini juga membuat dokumen lainnya untuk menyempurnakan pemalsuan tersebuut.

"Mereka buat KK, NPWP dan rekening bank untuk menampung hasil kejahatan," imbuh Nana.

Modus para pelaku diawali dengan berpura-pura hendak membeli rumah korban yang akan dijual. Para pelaku mengetahui korban akan menjual tanah/rumah melalui iklan pada spanduk.

"Pemalsuan sertifikat seolah-olah ingin membeli rumah, kemudian sertifikat korban diputar dengan sertifikat palsu," kata Nana.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2