Menteri ATR Apresiasi Polri Ungkap Kasus Mafia Tanah Ratusan Miliar

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 22:50 WIB
Kementerian ATR
Foto: Sachril Agustin Berutu
Jakarta -

Polisi mengungkap kasus mafia tanah. Menteri Agraria dan Tata Ruang dan Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Sofyan Djalil pun mengapresiasi pengungkapan ini.

"Pertama ini adalah bagian kita dalam bekerja sama dengan pihak kepolisian. Terima kasih sekali, perlu diekspose seperti ini. Supaya masyarakat lebih sadar dan aware bahwa ada kemungkinan (mafia tanah), ya," kata Sofyan, di Hotel Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Dia menjelaskan, Kementerian ATR/BPN berkomitmen penuh memerangi kasus mafia tanah. Dia mengungkapkan, komitmen ini adalah salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam mengatasi masalah yang terjadi di Indonesia.

Sofyan menerangkan, Kementerian ATR/BPN akan bekerja sama dengan Polri dan Kejaksaan Agung dalam memberantas mafia tanah.

"Salah satu ke depan, semua tanah kita sertifikatkan, sengketa tanah akan kita selesaikan. Semua sengketa ini banyak melibatkan mafia tanah," ungkapnya.

Diketahui, Polda Metro Jaya menangkap 7 pelaku mafia tanah. Sofyan pun menyebut, tak ada satupun petugas ATR/BPN yang terlibat dalam kasus ini.

Menteri ATR/BPN ini mengatakan, apa yang diungkapkan Polda Metro Jaya kali ini adalah bentuk prestasi.

"Ini adalah salah satu kasus yang akan diungkapkan pak kapolda. Pak kapolda, terima kasih sekali hadir di sini, dan jajarannya untuk membongkar salah satu kasus yang terjadi di Jakarta," jelas Sofyan.

Diketahui, Polda Metro Jaya menangkap 1 sindikat mafia tanah. Sindikat mafia ini telah menipu 10 orang.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan, polisi menangkap 7 pelaku dari kasus ini. Dia mengatakan, komplotan mafia ini bekerja dengan memalsukan akta tanah dan membuat e-KTP ilegal.

"Dan sudah ada 10 korban, 10 korban yang sudah diungkap oleh kita. (Total kerugian dari 10 korban) bisa ratusan miliar," kata Nana.

(akn/ega)