Aparat TNI Ngamuk di Sulsel
Warga Takut Keluar Malam
Rabu, 30 Nov 2005 20:58 WIB
Makassar - Pasca penyerangan puluhan oknum TNI Yonif 700 raider terhadap warga sipil di Desa Banri Manurung, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Makassar, warga setempat kini takut keluar malam. Puluhan aparat kepolisian pun tak henti-hentinya melakukan patroli."Kalo jam 9 malam jalanan sudah sepi, dan banyak polisi yang melakukan patroli. Kami takut keluar malam," ujar Jaya, salah seorang warga Dusun Ujung Moncong. Dusun Ujung Moncong adalah salah satu dusun yang "diporak-porandakan", dari 3 dusun yang ada di Desa Banri Manurung, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulsel.Beda dengan Jaya, Sumarni, salah seorang ibu rumah tangga yang dinding rumahnya roboh oleh serangan, malah trauma jika malam tiba. "Saya takut sekali. Apalagi kalau ingat malam itu," ucapnya. Sumarni adalah istri kepala dusun Ujung Moncong.Pada Selasa dini hari (29/11/2005), puluhan rumah warga diserang oleh sekitar 30 oknum TNI. Bukan hanya rumah Sumarni, puluhan rumah warga sebagian besar mengalami kerusakan pada jendela kacanya. "Saat saya dengar suara kaca pecah persis dekat kamar tidur saya, saya langsung memegang istri dan menjaga anak saya agar tidak keluar. Malam itu kedengaran ribut sekali. Bahkan ada diantara mereka yang teriak, bakar," kenang Rajadeng Karaeng Jalling, kepala desa Garassing yang tinggal di Dusun Ujung Moncong.Sementara itu, Polres Jeneponto kini kian meningkatkan pengamanan pasca terjadinya serangan. "Patroli memang kami tingkatkan. Ini untuk mengantispasi hal-hal yang tidak diinginkan," ucap AKBP Iwan Parasodjo, Kapolres Jeneponto, Sulsel.Namun Iwan membantah jika pengamanan ketat ini dbahasakan sebagai pemberlakukan jam malam. "Tidak. Kami tidak memberlakukan jam malam. Tetap seperti biasa," bantahnya.
(mar/)











































