Tanpa Diantar Istri dan Anak, Jenazah Salik Dimakamkan
Rabu, 30 Nov 2005 20:50 WIB
Jakarta - Salik Firdaus (23), pelaku bom bunuh diri di Bali akhirnya dimakamkan keluarganya di TPU Pondok Rangon, Jakarta Timur, Rabu (30/11/2005). Sebelum dimakamkan keluarga Salik mengidentifikasi potongan jenazah yang hanya tinggal kepala dan beberapa organ tubuh lainnya di RS Polri Kramatjati.Saat pemakanam, keluarga Salik melalui pengacaranya Emikelana Widjaya menyampaikan permintaan maaf kepada para korban baik yang meninggal dunia ataupun cacat ketika tragedi Bom Bali II Oktober lalu. "Agar tidak ada Salik Salik lain yang bisa terbuai atau terbujuk untuk mencari jalan pintas ke surga dengan melakukan bom bunuh diri," ujarnya.Katanya, dalam berjuang menegakkan Islam tidak hanya mengandalkan semangat saja tapi harus dilihat dampak dari perjuangan itu. Sebelum acara pemakaman, ketika dicegat wartawan usai mengidentifikasi Salik, Emikelana mengakui, keluarga Salik mengenali organ jenazah itu adalah milik Salik dari ciri-ciri yang dapat dilihat. Misalnya ada tahi lalat di telunjuk jari kanan dan batang hidung yang agak memanjang serta rambut yang agak ikal.Setelah diidentifikasi oleh kelurganya, barulah keluarg Salik, membawa potoangan jenazah Salik menuju TPU Pondok Rangon sekitar pukul 18.30 WIB untuk dimakamkan.Setibanya di TPU Pondok Rangon istri Salik Firdaus, Isna Sofiana Dewi dan anaknya Batar tidak mengantarkan jenazah Salik hingga ke liang lahat. Yang mengantarnya hanya ayahnya, bernama H Udin Sudinta dan kedua kakaknya Otong Ali Hamzah dan Maimanah Iik.Tidak diketahui secara pasti kenapa Isna dan anaknya tidak mengantarkan Salik ke liang lahat. Namun menurut kakak Salik, Otong, itu merupakan pemahaman keislaman dari istri Salik, bahwa seorang wanita tidak diperkenankan mengantar ke liang lahat.
(mar/)











































