Advokat PDIP Donny Ngaku Dititipi Rp 400 Juta Terkait Suap PAW Harun Masiku

Ibnu Hariyanto - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 19:19 WIB
Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah di gedung KPK.
Advokat PDIP Donny Tri Istiqomah di gedung KPK. (Ibnu/detikcom)

Selain itu, ia mengaku tak pernah berkomunikasi dengan Harun Masiku perihal perkara suap PAW anggota DPR ini. Ia menegaskan hanya mengurusi perihal langkah hukum dari PDIP dalam urusan PAW ini.

"Saya nggak pernah ada komunikasi dengan Pak Harun itu masalahnya saya hanya pada urusan bagaimana saya menyusun langkah-langkah hukum. Dari uji materi ke MA, kita minta fatwa, kemudian saya sebagai saksi sekaligus kuasa hukum pada pleno KPU saya berdebat," tuturnya.

Donny Tri Istiqomah diketahui memang sebagai penerima kuasa dari PDIP saat mengajukan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara di Mahkamah Agung (MA). Pengajuan gugatan materi ini terkait dengan meninggalnya caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas pada Maret 2019.

Hari ini, Donny diperiksa KPK sebagai saksi untuk eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Dalam Kasus ini, KPK menetapkan empat tersangka, yaitu Wahyu Setiawan, Agustiani Tio Fridelina, Saeful, dan Harun Masiku.

Wahyu dijerat saat menjabat Komisioner KPU, sedangkan Agustiani disebut sebagai orang kepercayaan Wahyu yang juga merupakan mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Lalu, Saeful hanya disebut KPK sebagai swasta dan Harun adalah kader PDIP.

KPK menjerat Saeful dan Harun sebagai pemberi suap, sedangkan Wahyu dan Agustiani adalah penerimanya.

Harun disangkakan KPK memberikan suap kepada Wahyu terkait PAW anggota DPR dari PDIP yang meninggal dunia, yaitu Nazarudin Kiemas. Nama Harun disebut didorong DPP PDIP untuk menggantikan Nazarudin. Padahal, bila mengikuti aturan suara terbanyak di bawah Nazarudin, penggantinya adalah Riezky Aprilia.

Halaman

(ibh/idh)