Aparat TNI Ngamuk di Sulsel
Polres Jeneponto Periksa 20 Warga
Rabu, 30 Nov 2005 18:09 WIB
Jakarta - Polres Jeneponto, Sulsel, telah memeriksa sejumlah warga korban penyerangan oknum TNI dari Yonif 700 Raiders. Sudah ada 20 warga yang telah dimintai keterangannya. Hal ini dikatakan oleh Kapolres Jeneponto, Iwan Prasodjo, ketika ditemui detikcom di Dusun Ujung Moncong, Desa Banri Manurung, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulsel, Rabu (30/11/2005). "Saya sudah memeriksa saksi. Tapi jangan berpikiran kalau memeriksa itu harus dipanggil. Tidak. Jadi mendatangi untuk mencari data juga sudah termasuk pemeriksaan," ucap Iwan. Kini sudah ada 20 orang warga yang diperiksa dari 3 dusun yang diserang di antaranya Dusun Karama, Dusun Ujung Moncong, dan Dusun Bonto Ba'dong, yang kesemuanya adalah Desa Banri Manurung, Kecamatan Bangkala. Hingga kini, pihak kepolisian masih mengumpulkan bukti dan melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. "Kami masih melakukan pemeriksaan. Hasilnya nanti," tutur Iwan. Serangan Terencana Sementara itu, diduga serangan yang dilakukan oleh sekitar 30 oknum TNI Yonif 700 Raiders dibantu oleh puluhan warga Kecamatan Balang Baru terhadap warga sipil di 3 dusun di Desa Banri Manurung, Kecamatan Bangkala, Kebupaten Jeneponto, pada Selasa dini hari (29/11/2005) sudah direncanakan sebelumnnya. Pasalnya, 30 oknum ini sengaja dari Makassar menuju Jeneponto yang jaraknya sekitar 154 km hanya untuk melakukan penyerangan. "Mereka berangkat menggunakan 3 mobil. Tapi dari pemeriksaan mereka tidak ada yang mengaku," ucap Mayor Infanteri Rustam Effendi, Kepala Penerangan Kodam VII Wirabuana. Penyerangan ini dipicu oleh pengeroyokan oleh warga Dusun Karama, Desa Banri Manurung, Kecamatan Bangkala terhadap 2 anggota Yonif 700 Raiders, yakni Pratu Heruddin dan Pratu Sirajuddin pada Sabtu (26/11/2005).
(nrl/)











































