Kloter Pertama Haji di 8 Embarkasi Berangkat 8 Desember

Kloter Pertama Haji di 8 Embarkasi Berangkat 8 Desember

- detikNews
Rabu, 30 Nov 2005 18:09 WIB
Jakarta - Kloter pertama calon jamaah haji Indonesia dari delapan embarkasi akan berangkat secara serempak pada 8 Desember. Sedangkan kloter pertama dari satu embarkasi lainnya, yaitu embarkasi dari Batam, akan berangkat pada 12 Desember.Menurut Direktur Pelayanan Haji dan Umrah Departemen Agama (Depag) Zakaria Anshar, calon jamaah haji (calhaj) biasa tahun ini berjumlah 189.501 orang, sedang calhaj khusus berjumlah 16.000 orang. Para calhaj biasa akan berada di Arab Saudi selama 38 hari."Tapi dari jumlah jamaah haji tersebut dipastikan ada yang tidak berangkat. Misalnya karena sakit atau meninggal," kata Zakaria kepada wartawan di Depag, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2005).Calhaj kloter pertama, lanjut Zakaria, harus masuk ke asrama haji di embarkasi masing-masing pada 7 Desember. Demikian juga para calhaj kloter selanjutnya, sehari sebelum keberangkatan harus sudah berada di asrama haji.Para calhaj ini mendapatkan dana living cost sebesar 1.500 real atau 400 dolar AS. Uang biaya hidup, yang berasal dari uang jamaah, dan pemberian dokumen penerbangan, seperti paspor dan visa akan diberikan di asrama haji.Calhaj juga akan mendapatkan gelang yang terbuat stainless steel atau baja tahan karat sebagai identitas jamaah haji Indonesia. "Artinya kalau orang ini tersesat di sana, kita mengetahui bahwa jamaah itu berasal dari Indonesia," jelas Zakaria.Dilarang Bawa JimatDalam kesempatan itu, Zakaria juga mengimbau kepada calhaj agar membawa jaket atau baju hangat. Sebab pada bulan Desember, di Arab sedang musim dingin. Para calhaj juga diimbau tidak membawa senjata tajam, atau benda berbau mistik seperti jimat."Jimat ini sering ditemukan di antara jamaah haji. Hal itu tidak dibolehkan karena di sana juga dilarang," katanya.Calhaj juga diimbau tidak membawa uang tunai terlalu banyak. Sebab ini bisa menjadi bahan pertanyaan bagi petugas imigrasi di Arab Saudi. "Seperti beberapa waktu lalu ada jamaah haji yang diinterogasi karena membawa uang terlalu banyak, sebesar Rp 1,5 miliar," jelas Zakaria. (gtp/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads