Gagasan PNS Berpolitik Ria
Mbah Tardjo: Golkar Ngimpi
Rabu, 30 Nov 2005 18:00 WIB
Jakarta - Gagasan Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla mengajak PNS kembali ke politik praktis diperkirakan akan gagal. Sebab PNS kini sudah pada sadar semua. Gagasan itu seperti mimpi di siang bolong."Sekarang ini, itu tidak mungkin terwujud. PNS sekarang sudah sadar bukan underbow Golkar lagi. Partai Golkar tidurnya terlalu nyenyak sehingga mimpi," cetus Wakil Ketua DPR RI Soetardjo Soerjogoeritno sambil terkekeh-kekeh.Mbah Tardjo, panggilan akrab Soetardjo, mengungkapkan hal itu di Gedung MPR/DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (30/11/2005).Menerjunkan kembali PNS dalam kancah politik merupakan teori Orde Baru yang sudah tidak relevan lagi. "Seperti ganti kulit, ularnya tetap sama, tapi kalau gigit, tetap saja bisa bikin mati," kata Tardjo.Di zaman Orba, PNS memang monoloyalitas kepada Partai Golkar yang dulu berkuasa. Namun, jika ingin mengembalikan monoloyalitas PNS seperti dulu hanya karena Golkar tidak percaya diri sudah tidak mungkin lagi. "Makanya saya setuju dengan Korpri Jawa Timur yang tidak mau masuk parpol," tegas tokoh PDIP itu.Sedangkan Ketua DPR RI Agung Laksono yang juga Sekjen Partai Golkar mengatakan, gagasan yang dilontarkan Kalla belum menjadi gagasan partai."Perlu diingat, kebijakan tidak mengikutkan PNS dalam politik untuk mencegah politisasi. Bisa dibayangkan, kalau dirjennya dari partai anu, direkturnya dari partai anu, maka nantinya akan muncul konflik loyalitas kepada siapa, partai atau struktur yang ada," ujarnya.Jika itu terwujud, Agung yakin nantinya yang akan menimbulkan komplikasi-komplikasi. Jadi perlu ada langkah-langkah kajian lebih jauh untuk mengembalikan PNS ke politik, meski di negara-negara lain ini bukan masalah yang tabu. "Semua itu perlu proses, tidak bisa begitu saja mengubah kebiasaan," tandasnya.
(umi/)











































