Kisah Kakek Rustaman Sembuh dari Katarak Hasil Pengobatan Gratis

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 15:05 WIB
BPJS Kesehatan
Foto: Dok BPJS Kesehatan
Jakarta -

Kesehatan mata perlu dijaga oleh setiap orang, apalagi saat usia mulai senja. Hal itulah yang dialami oleh Rustaman (70), warga Cibereum, Kota Cimahi yang menderita katarak semenjak satu tahun lalu.

Menurut Rustaman, penyakit tersebut berkembang secara perlahan. Awalnya ia tidak menyadari kalau dirinya mengidap katarak. Ia kira hanya faktor usia, karena pandangan matanya mulai buram dan kesulitan saat melihat di malam hari.

"Sakit matanya sudah lama. Baru tahun lalu rutin ke rumah sakit. Setelah dicek dokter, saya dianjurkan operasi. Sekarang tinggal kontrol sebulan sekali. Alhamdulillah, ada perkembangan yang saya rasakan," ujar Rustaman, Rabu (12/2/2020).

Rustaman mengatakan, selama menjalani operasi katarak di Rumah Sakit Kasih Bunda, Kota Cimahi ia mendapatkan pelayanan yang sangat baik saat berobat menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Ia bersyukur karena dirinya sudah tercatat sebagai peserta JKN-KIS untuk segmen pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Selama saya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Kasih Bunda, pelayanan yang saya dapatkan selalu baik. Petugasnya juga telaten memberikan perawatan. Alhamdulillah, karena saya sudah terdaftar menjadi peserta JKN-KIS, tidak ada biaya yang saya keluarkan dan seluruh biaya perawatan saya telah dibayarkan oleh Program JKN-KIS," ujar Rustaman.

"Sekarang sakitnya sudah hilang, sudah lebih enak. Saya mungkin masih cari biaya lagi kalau tidak punya kartu ini," lanjutnya.

Kini Rustaman terlihat semringah. Tak ada lagi nyeri dan gangguan mata yang ia rasakan. Ia hanya fokus terhadap proses penyembuhan dengan rutin memeriksakan kondisi matanya ke rumah sakit.

Di akhir pertemuan, Rustaman mengaku sangat bersyukur karena telah tergabung ke dalam Program JKN-KIS. Dirinya berharap dengan adanya Program JKN-KIS, dapat memberikan jaminan kesehatan kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya bersyukur sekali memiliki kartu JKN-KIS, sehingga saya dapat melihat lagi. Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada BPJS Kesehatan. Saya berharap program JKN-KIS tetap berlangsung dan kepada peserta JKN-KIS yang sudah terdaftar untuk selalu membayar iuran tepat waktu. Saya selalu mengatakan kepada keluarga saya yang belum menjadi peserta JKN-KIS, untuk segera mengurus karena kita tidak tahu kapan kita sakit dan biaya berobat di rumah sakit sekarang ini sangat mahal," tutupnya.

(ega/ega)