2 Gadis Tunarungu Ngaku Diperkosa di Makassar, Pria Difabel Diamankan

Reinhard Soplantila, Hermawan Mappiwali - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 13:31 WIB
Gedung Polrestabes Makassar, Sulsel
Foto: Hermawan M-detikcom/Polrestabes Makassar
Makassar -

Dua orang gadis penyandang disabilitas tunarungu, NA (30) dan SR (22), mengaku menjadi korban pemerkosaan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pria tunarungu berinisial F (37) selaku terlapor sudah diamankan polisi.

"Terlapor sudah diamankan tadi malam untuk dimintai keterangan," ujar Kepala Unit (Kanit) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar Iptu Ismail saat ditemui wartawan di Kantornya, Jl Ahmad Yani, Makassar, Rabu (12/2/2020).

"Terlapor ini juga tuli, dia teman komunitas dengan kedua pelapor," sambung Iptu Ismail.

Ismail mengatakan, korban NA mengaku diperkosa pada Agustus 2017 dan Oktober 2018 di sebuah Wisma. Sementara SR mengaku diperkosa di rumah terlapor pada Oktober 2019.

"Ada yang diajak pelaku ke Wisma pura-pura karena istri terlapor ulang tahun, ada yang diajak ke rumah terlapor dengan alasan istri dan keluarga terlapor sedang pergi umroh," ujar Ismail.

Namun Ismail mengatakan pihaknya masih perlu mendalami kasus ini lantaran kronologi dan waktu kejadian perkosaan sebagaimana keterangan kedua korban terjadi beberapa tahun lalu.

"Keterangannya itu dipaksa, tapi kan untuk mem-faktakan di TKP (tempat kejadian perkara) itu harus kita dalami, karena kejadian ini sudah lampau sekali" ujar Ismail.

"Dan saat ditanya mengapa baru melapor sekarang, kedua korban ini bilang mereka awalnya cerita-cerita sampai akhirnya mengetahui kalau sama-sama pernah menjadi korban dugaan pemerkosaan dari terlapor," sambung Ismail.

Terlapor sendiri masih di Mapolrestabes Makassar. Dia disebut polisi membantah tudingan kedua korban.

"Keterangan terlapor dia mengakui ada hubungan seperti yang dimaksud korban, tapi dasarnya suka sama suka," pungkas Ismail

Dua perempuan disabilitas sebelumnya melaporkan kasus pemerkosaan ke Mapolrestabes Makassar.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, mengatakan kedua perempuan melapor pada Senin (10/2). Mereka mengaku diperlakukan tidak senonoh oleh pelaku di waktu yang berbeda-beda.

Terhadap korban pertama, pelaku diketahui melakukan aksi bejatnya sebanyak dua kali pada tahun 2018 dengan berpura-pura mengajak korban ke sebuah kafe.

Di lokasi korban kemudian memberikan minuman yang membuat korban tidak sadar dan kemudian membawa korban ke sebuah wisma.

"Salah satu korban diajak ke sebuah kafe dan memberikan minuman yang membuat korban pusing. Kemudian pelaku berpura-pura mengajak korban ke acara ulang tahun istrinya padahal membawa korban ke sebuah wisma dan memperkosanya," jelas Indratmoko.

(fdn/fdn)