Draf Omnibus Law Tertunda Diserahkan ke DPR karena Pemerintah Ratas ISIS

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 12:22 WIB
Massa buruh menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta. Aksi itu digelar unutk menolak Omnibus Law RUU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka).
Demo Tolak Omnibus Law (Rengga/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin menyebut pemerintah akan membawa draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Lapangan Kerja hari ini. Azis menyebut draf tidak jadi diserahkan kemarin karena terhalang adanya di Istana Negara.

"Rencananya hari ini jam 13.00 WIB, nggak tahu lagi berubahnya lagi jam berapa," kata Azis di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

"(Kemarin batal) dari pemerintah ada rapat terbatas (ratas) yang berkenan dengan ISIS," lanjut Azis.

Azis mengatakan setelah diserahkan nanti, draf itu akan melewati proses administrasi terlebih dahulu sebelum dirapatkan. Dia menyebut proses administrasi bisa berjalan sekitar sepekan.

"Tergantung sekjen nanti, sekjen berapa lama itu proses administrasinya. Biasanya ya seminggu dua minggu sekjen itu, bisa juga sehari, bisa juga seminggu gitu," katanya.

Sementara Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan akan menyerahkan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja ke DPR. Ia akan mendampingi Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto siang ini.

"Ini insyaallah Pak Airlangga minta saya menemani beliau menyampaikan (draf Cipta Lapangan Kerja) ke DPR hari ini jam 1," kata Ida di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (12/2).

Simak Video "Serikat Buruh Ancam Ajukan JR Jika Omnibus Law 'Cilaka' Terbit"

[Gambas:Video 20detik]

(eva/asp)