Round-Up

Tak Dipulangkan Pemerintah, WNI Eks ISIS Mau ke Mana?

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 12 Feb 2020 07:41 WIB
Peserta aksi yang tergabung dalam Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Barabaja) berunjuk rasa dengan membawa poster di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/2/2020). Mereka menolak rencana pemulangan sekitar 600 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS kembali ke Indonesia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.
Foto: Ilustrasi tolak pemulangan WNI eks ISIS. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Namun, Mahfud menyebut pemerintah masih mempertimbangkan memulangkan anak-anak di bawah umur yang orang tuanya terlibat jaringan teroris. Namun itu perlu dilihat secara mendalam.

"Anak-anak di bawah 10 tahun akan dipertimbangkan, tapi case by case. Ya lihat aja apakah ada orang tuanya atau tidak, yatim-piatu," ujar Mahfud.

Pemerintah mencatat ada ratusan WNI di luar negeri yang terlibat jaringan teroris, termasuk ISIS. Mereka tersebar di Suriah ataupun Turki. Namun Mahfud tidak merinci jumlah anak-anak yang di bawah umur.

"Berdasarkan data CIA, 689.228 ada identitas dan teridentifikasi. Sisanya 401 tidak teridentifikasi. Sementara dari ICRP ada 185 orang. Mungkin 185 orang itu sudah jadi bagian dari 689 dari CIA. Kita juga punya data sendiri," katanya.

Yang pasti, pemerintah memutuskan tidak memulangkan WNI yang terlibat teroris lintas batas atau FTF. Keputusan ini diambil dalam rapat dengan Presiden Jokowi.

"Pokoknya tidak pulang untuk menjamin rasa aman kepada seluruh rakyat yang di sini. Kan tidak aman kalau ada teroris, logikanya begitu. Tapi bersamaan dengan itu akan mencari data yang lebih valid tentang jumlah dan identitas orang-orang itu," ujar Mahfud.

Halaman

(idh/idh)