Walkot Hendi Imbau Pembangunan Semarang Tetap Perhatikan Lingkungan

Angga Laraspati - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 22:23 WIB
Pemkot Semarang
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Untuk mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berpesan agar pembangunan di daerah Semarang atas tetap memperhatikan lingkungan. Hal itu dikarenakan area tersebut merupakan daerah resapan air yang harus dijaga dengan tetap mempertahankan pepohonan hijau.

Menurut pria yang akrab disapa Hendi ini, salah satu daerah yang mesti dipertahankan adalah kelurahan Gondoriyo yang termasuk kawasan Semarang atas dan berfungsi sebagai daerah resapan air. Hal tersebut ia sampaikan saat mengikuti jalan sehat di Kelurahan Gondoriyo.

"Gondoriyo ini termasuk kawasan Kota Semarang atas, udaranya segar, sebagai daerah resapan harus dijaga dan jangan sampai pembangunannya dilakukan secara membabi buta," ucap Hendi dalam keterangan tertulis, Selasa (11/2/2020).

Hendi pun menjelaskan jika wilayah Semarang bawah akan terdampak banjir jika pohon-pohon di kawasan Semarang atas habis karena banyak ditebang. Hal itu dikarenakan air sudah tidak bisa terserap di daerah Semarang atas. Hendi pun menyampaikan apresiasinya karena di Perumahan Beringin Forest Park yang menjadi lokasi jalan sehat masih banyak dijumpai pepohonan besar, termasuk pohon durian yang menarik perhatiannya.

"Alhamdulillah tidak hanya rumah tetapi masih banyak pohon. Apalagi ada pohon durian besar ini," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hendi juga berpesan kepada warga masyarakat untuk banyak menanam pohon dalam menghadapi musim penghujan.

"Tanam pohon di rumah sampai halaman. Ini menjadi komitmen kita untuk menjadikan kota Semarang semakin sehat dan sejuk," ajak Hendi.

Dalam kesempatan kegiatan jalan sehat tersebut, Hendi juga ingin memastikan program-program Pemerintah Kota Semarang sudah tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Pihaknya menjelaskan terkait program UHC yang mengcover kesehatan masyarakat. Mulai melahirkan, imunisasi, berobat asal dilakukan di Puskesmas atau Rumah Sakit kelas 3 maka tidak membayar lagi alias gratis.

Masalah pendidikan juga sudah ditanggung Pemerintah, sehingga masyarakat bebas biaya sekolah mulai TK, SD, SMP Negeri. Bahkan di tahun 2020 ini, secara bertahap Pemerintah Kota Semarang menggratiskan 41 sekolah swasta, dan tahun depan 100 sekolah swasta.

"Ini agar disampaikan kepada warga yang lain, agar tidak ada lagi keluhan tidak bisa sekolah karena tidak ada biaya," pungkasnya.

(akn/ega)