Round-Up

Pemerintah Cap Teroris WNI Eks ISIS

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 20:07 WIB
Peserta aksi yang tergabung dalam Barisan Relawan Bhinneka Jaya (Barabaja) berunjuk rasa dengan membawa poster di depan Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/2/2020). Mereka menolak rencana pemulangan sekitar 600 warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS kembali ke Indonesia. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/wsj.
Ilustrasi ISIS adalah teroris (Foto: ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta -

Pemerintah memutuskan tak akan memulangkan WNI eks ISIS ke Indonesia. Pemerintah pun mencap eks kombatan ISIS itu sebagai teroris.

Cap teroris kepada para WNI eks ISIS itu tersirat saat Menko Polhukam, Mahfud Md memberikan pernyataan usai rapat soal teroris lintas batas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/2/2020). Mahfud mengatakan rapat membahas nasib WNI eks ISIS yang berada di Timur Tengah.

"Tadi hasil rapat menyangkut teroris lintas batas, FTF, foreign terrorist fighter, itu keputusan rapat kabinet tadi: pertama, apakah teroris teroris yang di luar negeri itu jumlahnya 689 orang tadi per hari ini tadi 689 orang WNI ada di Suriah, Turki, beberapa negara terlibat FTF, itu akan dipulangkan atau tidak," kata Mahfud.

Pemerintah Cap Teroris WNI Eks ISISMenko Polhukam Mahfud Md (Foto: Andhika Prasetya/detikcom)

Mahfud menegaskan pemerintah tak akan memulangkan para eks kombatan ISIS itu. Sebab, pemerintah enggan membawa pulang teroris ke Indonesia.

"Pemerintah tak ada rencana memulangkan teroris, tidak akan memulangkan FTF ke Indonesia," ujarnya.

Tonton juga Pengamat: UU Tak Mungkinkan RI Hapus Kewarganegaraan Eks ISIS :

Selanjutnya
Halaman
1 2