Emil Salim Minta DPR Tak Rese'
Rabu, 30 Nov 2005 14:41 WIB
Jakarta - DPR kembali mendapat sentilan. DPR selama ini dinilai terlalu "rese'" karena mengurusi detil hal-hal yang tidak penting. Saking "rese'"-nya, nyaris semua kebijakan pemerintah harus lewat persetujuan DPR."DPR jangan terlalu detil pada hal yang tidak penting," pinta mantan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim dalam "Pertemuan Tingkat Tinggi Penyiapan Kebijakan Strategis di Indonesia" di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrim, Jakarta, Rabu (30/11/2005). Ketua DPR Agung Laksono menjadi salah satu pembicara dalam acara tersebut.Emil lantas mencontohkan hal-hal remeh yang diurusi DPR, antara lain pengangkatan Duta Besar (Dubes) negara sahabat untuk Indonesia yang harus mendapat persetujuan DPR.Selain itu, Emil juga mengkritik DPR yang mengurusi masalah pembangunan rumah, sehingga melakukan studi banding ke Mesir. "Kalau mengenai pembangunan rumah, lebih baik studi di Indonesia saja," kata Emil.Menanggapi kritik Emil, Agung menyatakan selama ini untuk pengangkatan Dubes negara sahabat, DPR lebih banyak memberikan persetujuan. DPR justru meminta agar pengangkatan dipercepat. "DPR menyadari masalah ini merupakan masalah rumit untuk ditolak. Jadi umumnya akan disetujui saja," kata Agung.Sementara mengenai studi banding ke Mesir untuk pembangunan rumah, Agung tidak menanggapinya.
(iy/)











































