Pemprov Riau Akan Tetapkan Siaga Darurat Karhutla

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 12:08 WIB
Sejumlah petugas pemadan kebakaran PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) berusaha memadamkan kebakaran lahan gambut di Desa Penarikan Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan, Riau, Minggu (28/7/2019). Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kebakaran hutan dan lahan hingga Juli 2019 luasnya lebih dari 27 ribu hektare, dan kini masih terus meluas di Kabupaten Pelalawan dan Siak. ANTARA FOTO/FB Anggoro/foc.
Ilustrasi karhutla di Riau (FB Anggoro/Antara Foto)
Pekanbaru -

Pemprov Riau hari ini akan menetapkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penetapan ini karena tiga kabupaten sudah lebih awal menetapkan siaga darurat.

"Rencananya malam nanti diumumkan siaga darurat oleh Gubernur Riau (Syamsuar) bersama BNPB dan jajaran Polda dan Korem Riau," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Edwar Sanger kepada detikcom, Selasa (11/2/2020).

Edwar menjelaskan, penetapan siaga darurat ini mengingat tiga kabupaten di Riau telah menetapkan siaga. Penetapan siaga darurat di tiga kabupaten karena terjadi karhutla.

Tiga kabupaten yang telah menetapkan siaga, lanjut Edwar, Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Siak dan Pemkot Dumai.

"Dengan demikian Pemprov Riau langsung memutuskan untuk menetapkan siaga darurat. Ini sebagai bentuk antisipasi agar Karhutla tidak semakin meluas," kata Edwar.

Edwar mengatakan, penetapan siaga darurat ini juga merupakan hasil rapat bersama dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan KLHK.

"Sesuai dengan instruksi presiden agar area yang terbakar segera dipadamkan. Jangan sampai meluas dan menimbulkan bencana asap. Ini instruksi presiden," kata Edwar.

Dengan penetapan siaga darurat ini, kata Edwar, akan lebih cepat dilakukan antisipasi karhutla. Sebab, tiga kabupaten di Riau saat ini telah terjadi kebakaran lahan.

"Jadi penetapan siaga ini lebih pada pencegahan agar tidak semakin meluas. Sekecil apapun api yang membakar lahan harus segera dipadamkan," tutup Edwar.

Simak Video "Tahun 2019 Karhutla Meningkat, Jokowi: Apa Kurang yang Dicopot?"

[Gambas:Video 20detik]

(cha/jbr)