Harga Bawang Putih Naik Imbas Corona, Sulsel Ingin Genjot Produksi

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Selasa, 11 Feb 2020 10:08 WIB
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (Noval Dhwinuari/detikcom)
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (Noval Dhwinuari/detikcom)
Makassar -

Harga bawang putih di sejumlah pasar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), naik dari rata-rata Rp 30 ribu menjadi Rp 60 ribu per kilogram. Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah menyebut naiknya harga bawang putih dikaitkan dengan virus Corona.

"Itu karena (pedagang) melihat dikaitkan dengan Corona, tidak ada impor, mungkin dia naikkan (karena kabar tidak ada impor bawang putih)," kata Nurdin di Rujab Gubernur Sulsel, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Selasa (11/2/2020).

Namun Nurdin menyebut harga bawang putih naik akibat ulah oknum pedagang yang menaikkan harga karena virus Corona. Sementara di beberapa wilayah di Sulsel, harga bawang putih tetap stabil.

"Tapi laku nggak? Orang akan pergi cari ke tempat lain nanti harganya jauh lebih murah. Tapi kalau kita ingin produksi dalam negeri kita harus memenuhi kebutuhan," ujarnya.

Nurdin menyebut wilayah Sulsel masih memiliki peluang yang besar untuk memproduksi bawang putih. Menurutnya, wilayah Kabupaten Enrekang dan Bantaeng potensial untuk budi daya bawang putih.

"Selama ini kan kita memang banyak dipenuhi kebutuhan kita dari impor. Sementara kita juga lagi mendorong petani kita untuk memproduksi bawang putih. Sekarang ada masalah di China, virus Corona," tuturnya.

"Tapi menteri perdagangan sudah menyampaikan bahwa impor dari China yang nggak boleh adalah binatang hidup, kalau yang kayak bawang putih mungkin (bisa). Makanya kita tunggu dulu kebijakan selanjutnya, tapi kita akan perkuat kita punya produksi dalam negeri," imbuhnya.

Simak juga video WNI di Kapal Pesiar yang Terpapar Virus Corona Dipastikan Sehat:

[Gambas:Video 20detik]

(nvl/jbr)