KPK Bakal Upaya Maksimal Agar Aset Rohadi PNS 'Tajir Melintir' Disita Negara

Ibnu Hariyanto - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 21:56 WIB
Rohadi
Rohadi (Ari Saputra/detikcom)

Rohadi, yang merupakan mantan panitera PN Jakarta Utara, dihukum 7 tahun penjara karena menerima suap terkait penanganan perkara Saipul Jamil.

Rohadi terbukti menerima suap senilai Rp 300 juta terkait penanganan perkara tersebut. Suap senilai Rp 50 juta untuk pengurusan majelis hakim dan Rp 250 juta untuk mengatur agar Saipul Jamil divonis ringan oleh majelis hakim PN Jakarta Utara.

Kemudian, Rohadi juga dijerat dengan sangkaan pidana gratifikasi dan pencucian uang. Kasus itu kini masih tahap penyidikan di KPK.

Rohadi juga diketahui memiliki 19 mobil dengan harga masing-masing di atas Rp 500 juta. Padahal, ia hanya mendapat gaji Rp 8 juta per bulan.

Kontrakan saat jadi sipir ia tinggalkan dan berpindah membeli sebuah rumah di Bekasi. Tak berapa lama, ia membeli rumah megah di The Royal Residence, Pulogebang, Jakarta Timur.

Di kompleks elite itu, Rohadi membeli 2 unit dan menjadikan satu rumah mewah. Acapkali, ia pulang dikawal dengan iring-iringan kendaraan pengawal, layaknya pejabat negara. Gelimang harta tidak hanya di Jakarta. Di kampung halamannya, Indramayu, ia membangun sebuah rumah sakit. Kini beberapa aset milik Rohadi itu sudah disita KPK.

Halaman

(ibh/idh)