ADVERTISEMENT

Mesin Waktu

Pembantaian Klan Degodia Gegara Konflik Lahan Penggembalaan

Pasti Liberti Mappapa - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 21:27 WIB
Museum pembantai Wagalla di Kenya ( dok. Nation)
Foto: Monumen pembantaian Wagalla di Kenya ( dok. Nation)

Belakangan pada 2011 lalu Perdana Menteri Kenya Raila Odinga menyatakan Kejaksaan Agung harus mencari pihak yang bertanggung jawab dalam peristiwa itu. "Kita belum tahu siapa yang memberi perintah kepada tentara dan siapa yang mengambil keputusan," kata Odinga seperti yang diberitakan BBC.

Odinga juga memerintahkan sebuah museum untuk dibangun untuk menghormati mereka yang terbunuh. Sementara Presiden Uhuru Kenyatta pun sudah meminta maaf atas peristiwa tersebut pada 2015 lalu.

Komisi Kebenaran, Keadilan, dan Rekonsiliasi Kenya sempat memeriksa beberapa pejabat keamanan di provinsi tersebut. Komisi ini mengambil kesimpulan telah terjadi serangan sistematis pada warga sipil yang memenuhi syarat digolongkan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Namun, menurut komisi itu, pemerintah Kenya menolak bekerjasama untuk menyediakan dokumen-dokumen khusus yang berkaitan pembantaian itu. Belum ada pihak yang dinyatakan bertanggungjawab atas pembantaian itu.


(pal/dnu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT