Komisi VIII DPR Cecar 'Pak Haji' Plt Dirjen Bimas Katolik Kemenag

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 19:10 WIB
Rapat dengar pendapat Komisi VIII DPR dengan Kemenag
Foto: Rapat dengar pendapat Komisi VIII DPR dengan Kemenag (Azizah/detikcom)

Ace pun mempertanyakan kenapa lelang jabatan baru dilakukan setelah jabatan itu kosong. Ace pun mempertanyakan reformasi birokrasi di kementerian yang dipimpin Fachrul Razi itu.

"Kenapa pada saat kosong lalu kemudian dibikin lelang jabatan gitu? Kan kalau penjelasan yang disampaikan... Akhirnya yang kena kan Plt Dirjen yang sekarang. Itu kan muncul kemudian persepsi di masyarakat, masa untuk mengisi jabatan kekosongan satu aja untuk Katolik kita nggak mampu untuk mengisinya?" cecar Ace.

"Prosedur ya prosedur, tapi kan dalam analisis jabatan kita sudah bisa memperkirakan dua bulan lagi akan kosong, akan pensiun gitu, dimulailah lelang atau apapun namanya. Supaya jangan sampai terjadi kekosongan jabatan. Ini reformasi birokrasinya gimana sih?" lanjut dia.

Ace khawatir polemik jabatan Dirjen Bimas Katolik ini bisa menimbulkan masalah. Ia menganggap kekosongan jabatan selama 8 bulan ini sebagai suatu kelucuan.

"Jangan sampai ada kesan bahwa kita ingin membangun kerukunan beragama, hal-hal semacam ini kita tidak mampu menanganinya. Sehingga ada kesan bahwa seharusnya yang mengisi di situ misalnya Dirjen yang beragama Katolik, tapi malah diisi yang lain sehingga menimbulkan kesan bahwa kita ini menimbulkan masalah gitu," ujarnya.

Sebelumnya, terkait polemik ini ramai warganet menyoal jabatan Plt Dirjen Bimas Katolik Kemenag diisi seorang muslim. Warganet mempertanyakan apakah seorang 'Haji' bisa memimpin misa.

Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi sudah angkat bicara. Dia mengatakan Nur Cholis Setiawan menjabat plt karena pejabat sebelumnya memasuki usia pensiun.

"Untuk sementara Dirjen Bimas Katolik, yang sebelumnya dijabat Eusabius Binsasi, karena memasuki usia pensiun sejak Juli 2019, maka diangkat pejabat pelaksana tugas Sekjen Prof Dr Nur Cholis sampai ada pejabat yang baru secara definitif," kata Zainut saat dihubungi detikcom, Sabtu (8/2/2020).

Halaman

(azr/idn)