Gubsu Edy Akan Pecat Guru SMAN 8 Medan yang Berkelahi di Sekolah

Ahmad Arfah Fansuri - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 18:43 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (dok. detikcom)
Medan -

Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi meminta guru yang saling pukul di SMAN 8 Medan untuk dipecat. Guru saling pukul ini, kata Edy, menjadi contoh buruk bagi siswa.

"Kita berhentikan gurunya kalau berkelahi. Guru kencing berdiri, muridnya nanti kencing berlari," ujar Edy Rahmayadi kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Kasus guru yang saling pukul itu melibatkan Herbin Manurung dan Deni Panjaitan. Keduanya terlibat keributan saat proses belajar-mengajar di kelas XII IPA 1.

"Kami sedang belajar di ruangan. Jadinya saya larang dua siswa saya itu untuk keluar," sebut Herbin saat ditemui usai membuat laporan di Mapolsek Medan Area, Senin (3/2).

Herbin menyebut Deni merupakan anak kepala sekolah (kepsek) di SMAN 8 Medan. Selain memukul, Herbin menyebut Deni merusak sepeda motornya. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (29/1) lalu di SMAN 8 Medan.

Herbin mengatakan peristiwa bermula saat Deni tiba-tiba masuk ke kelas lalu memanggil dua siswa untuk ke luar kelas. Karena pelaku masuk tanpa penjelasan, Herbin melarang dua muridnya keluar karena sedang jam belajar.

Tak lama kemudian, Deni kembali muncul. Ia marah karena kedua siswa yang dipanggilnya tidak menuruti panggilannya.

"Dia langsung masuk, memaki-maki, sempat pukul saya. Ada videonya direkam sama siswa saya," ujar Herbin.

Herbin, yang mengaku dipukul dan kendaraannya dirusak, melaporkan kejadian itu ke polisi. Kasus ini tertuang dalam laporan nomor: STTLP/88/K/II/2020/SPKT Medan Area atas dugaan perusakan.

Dinas Pendidikan Sumut sudah memanggil Herbin terkait kasus saling pukul ini. Disdik Sumut juga sudah mendatangi SMAN 8 Medan mendengar keterangan kepala sekolah dan guru hononer, Deni Panjaitan.

"Kita memanggil Pak Herbin Manurung sebagai guru di SMAN 8 Medan terkait insiden tanggal 29 Januari lalu. Info yang kita dapat, bahwa ada semacam salah paham sehingga menimbulkan sedikit riak di sekolah itu. Kita panggil mendengarkan keterangannya. Sehingga keterangan yang kita ambil sebelumnya dari Kepsek, kita konfrontir, sehingga kita mendapatkan keterangan yang sesungguhnya," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumut Cabang Dinas Medan Selatan R Zuhri Bintang kepada wartawan, Kamis (6/2).

Tonton juga Polisi Ciduk Gerombolan Bermotor Penganiaya Anak Petinggi PP Sukabumi :

[Gambas:Video 20detik]

(jbr/fdn)