Gunung Bawakaraeng 'Disulap' Jadi Lahan Kopi, Pemerintah Turun Tangan

Hermawan Mappiwali - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 17:59 WIB
DOK. ISTIMEWA/ kaki gunung Bawakaraeng
Kaki Gunung Bawakaraeng (Foto: Dok. Istimewa)
Gowa -

Lahan seluas 50 hektare di kaki Gunung Bawakaraeng, Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel), ditanami kopi oleh oknum tak bertanggung jawab. Kini ratusan tanaman kopi tersebut telah dibersihkan alias dicabut.

Ratusan tanaman kopi yang diduga baru ditanam sekitar sepekan terakhir itu ditemukan di Pos 1 dan 2 Gunung Bawakaraeng, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong, Gowa. Pemerintah setempat yang menerima laporan warga lantas mencabut ratusan pohon kopi tersebut pada Minggu (9/2).

"Ada 2 lingkungan di kelurahan situ (Pattapang), lingkungan Lembanna dan Kampung Baru," ujar Camat Tinggi Moncong Andy Mauritz saat dimintai konfirmasi wartawan soal lokasi yang menjadi penanaman kopi di kaki Gunung Bawakaraeng, Senin (10/2/2020).

Lahan di kaki gunung ini sebelumnya ditumbuhi pohon pinus dan pohon jati serta semak belukar. Namun pohon-pohon tersebut ditebang oleh oknum tak bertanggung jawab sejak 2018 hingga diperparah oleh peristiwa kebakaran yang kerap melanda.

"Lahan di sana itu kan dikonservasi. Tapi sejak tahun 2018, 2019, pohon-pohon di sana itu ditebang dan sekarang kita temukan diganti dengan tanaman kopi," ujar Andry.

Selain tanaman kopi, kata Andry, pihaknya menemukan sejumlah tenda yang diduga milik para oknum penanam kopi di kaki Gunung Bawakaraeng.

"Dan yang perlu dipahami lokasi tersebut merupakan sumber airnya Tinggi Moncong, termasuk Gowa. Kalau dibiarkan sumber air minum kita habis dong," katanya.

Andry menambahkan pihaknya menduga kebakaran hutan yang belakangan ini kerap terjadi merupakan ulah oknum penanam kopi tersebut.

"Setiap tahun terjadi kebakaran di titik yang sama. Ini kita tidak menuduh tapi dugaan kita dilakukan pembakaran supaya gampang kan (lahan dialihfungsikan)," kata Andry.

"Pada tahun 2018 bersama stakeholder lain itu kita yang pertama turun menyelidiki. Tapi tahun ini ada laporan masyarakat bahwa terjadi lagi penanaman kopi, makanya kita naik lagi kemarin," tambahnya.

Andry menegaskan pihaknya telah membuat laporan ke sejumlah pihak agar penyelidikan lanjutan dilakukan sehingga upaya perusakan lingkungan ini dapat ditangani sesuai dengan hukum.

Tonton juga Gubernur Sulsel Bakal Observasi Lagi Warganya Usai Karantina di Natuna :

[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn)