Kemenkes: 4 WNI Pulang dari Singapura Jalani Karantina Kesehatan di Rumah

Andhika Prasetia - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 17:57 WIB
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono.
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono. (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan hanya 4 WNI yang pulang dari Singapura via Batam yang pernah kontak dengan suspect virus Corona. Kontak di sini dalam artian secara epidemiologi.

"Ke masalah Tanjungpinang, yang ada ini, pemerintah Singapura sebagaimana yang tadi disampaikan pak jubir (Kemlu), bahwa tidak membuka semuanya yang namanya kontak tadi. Kami dapat infonya 4 orang, bukan 6, yang dimasukkan ke dalam tatanan kontak," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Anung Sugihantono di gedung Bina Graha, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

Pihaknya sudah turun tangan menangani 4 warga tersebut. Anung mengatakan suhu tubuh mereka berkisar 35-36,5 derajat Celsius.

"Semuanya kami lakukan pemeriksaan. Sangat kooperatif, mereka sangat memahami, dan ini adalah dukungan pemerintah daerah yang luar biasa. Dan suhunya tidak ada yang melebihi ketentuan yakni berkisar antara 35,5 sampai 37,1 derajat Celsius. Dan yang datang siang berkisar 35-36,5 derajat," ujar Anung.

Anung memastikan keempat warga ini dalam keadaan sehat. Mereka masih menjalani karantina kesehatan.

"Kami saat ini melakukan karantina kesehatan untuk melakukan observasi di rumah yang bersangkutan. Saya mohon konteks ini dipahami penuh, bahwa mereka sehat tapi dinotifikasi pernah bertemu atau dalam konteks epidemiologi pernah kontak dengan suspect pada tanggal 5 Februari, ketemunya kapan tidak ada keterangan yang lebih konkret," kata Anung.

Anung menjelaskan keempat WNI ini meninggalkan Singapura pada 30 Januari 2020. Karantina kesehatan dilakukan selama lima hari terhitung sejak Minggu (9/2).

"Mereka tinggalkan Singapura tanggal 30 Januari, kasus yang dinyatakan related dengan mereka adalah tanggal 5 Februari dan sekarang tanggal 10, maka kita akan monitor setidaknya sampai 5 hari ke depan dari kemarin dilakukan pengukuran. Untuk 14 hari kita lihat secara keseluruhan," ujar Anung.

Tonton juga Cerita Bahagia Para WNI Jalani Karantina di Natuna :

[Gambas:Video 20detik]

(dkp/idn)