Jokowi Tolak WNI Eks ISIS Pulang, Bagaimana dengan yang Anak-anak?

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 17:18 WIB
Video pembakaran paspor hijau dan merah oleh anak-anak ISIS. (Dok Media Sosial)
Video pembakaran paspor hijau dan merah oleh anak-anak ISIS. (Dok Media Sosial)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang tegas mengemukakan sikapnya: menolak kepulangan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS. Bila melihat wajah-wajah pembakar paspor hijau dari video ISIS, ternyata mereka adalah anak-anak. Sudikah negara menerima mereka?

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Suhardi Alius telah menyampaikan ada 600-an WNI eks ISIS yang kini mengungsi di Suriah, yakni di kamp AL Roj, Al Hol, dan Ainisa. Banyak di antara mereka yang sama sekali bukan petempur, melainkan anak-anak kecil.

"Jadi, sekarang ya di sana juga demikian perempuan dan anak, walaupun yang 600 lebih itu kami dapatkan adalah mayoritas perempuan dan anak-anak. Tapi kan mereka sudah punya pengalaman semacam itu. Nah, ini perlu jadi pemikiran kita semua," ujar Suhardi, saat jumpa pers di Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (7/2) lalu.

Dihubungi terpisah, Direktur Perlindungan Badan Nasional Penanggulan Terorisme ( BNPT) Herwan Chaidir menjelaskan anak-anak belum bisa mengambil keputusan sendiri. Tentu pergi atau tidaknya mereka dari Indonesia ke pelukan ISIS sangat tergantung orang dewasa, atau paling konkret adalah orang tuanya masing-masing.

"Mereka ikut bapaknya, tidak mungkin dia memutuskan sendiri karena masih kecil-kecil semua. Tentu itu akan menjadi bahan diskusi bersama Bapak Presiden. Kan belum ada rapat bersama Bapak Presiden," kata Herwan kepada wartawan, Senin (10/2/2020).

Tonton juga Jokowi Ogah Pulangkan Eks ISIS, Fadli Zon: Ada Juga yang Korban :

Selanjutnya
Halaman
1 2