Sidang Kasus Korupsi Wawan

Jaksa Cecar Saksi soal Angsuran Ferrari California dari Rekening Wawan

Faiq Hidayat - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 17:10 WIB
pengadilan tipikor jakarta
Jaksa KPK meminta keterangan para saksi yang merupakan pegawai bank mengenai transaksi yang dilakukan Tubagus Chaeri Wardana (Foto: Faiq Hidayat/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK menyelisik soal transaksi keuangan yang didapat dari rekening milik Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan. Salah satu transaksi diketahui untuk pembayaran angsuran mobil pabrikan Italia jenis Ferrari California.

Dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, seorang saksi yang merupakan pegawai bank bernama Darma Putra memberikan keterangan mengenai rekening koran Wawan. Dalam dokumen itu, jaksa menemukan adanya transaksi berupa setoran tunai.

"Saya ambil sampel lain ya rekening BNI lain juga atas nama Tubagus Chaeri Wardana. Pertanyaannya sama, di sini ada transaksi tanggal misalnya 13 April 2012. Ini ada nilai Rp 112 jutaan, di bawahnya ada keterangan angsuran ke-9 Ferrari California?" tanya jaksa pada Darma dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, Senin (10/2/2020).

"Itu sesuai slip setoran pengirimnya memang harus menulis deskripsinya apa. Itu kan angsuran ke-9 Ferrari. Maka tercatat di dokumen rekening koran seperti itu," jawab Darma.

Ada pula transaksi berupa setoran tunai sebesar Rp 379 juta dengan keterangan 'rumah dan apartemen'. Selain itu jaksa menyebutkan transaksi lain yang kali ini berupa penarikan tunai Rp 11,7 miliar pada 22 Maret 2013. Mengenai transaksi itu, jaksa lantas membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) Darma.

"Saudara juga jelaskan mengenai transaksi di rekening ada saudara jelaskan, ada angsuran ke-9 Ferrari California tidak tertulis nama penyetornya, terus ada transaksi 16 April tanda tangan Fredy, terus ada keterangan angsuran ke-1 Ruko Alam Sutera Rp 111 juta sekian, sampai ada angsuran ke-1 Harley-Davidson tanggal 24 Juli, kemudian angsuran Pajero Dakar pengirimnya adalah PT BPP (Bali Pasific Pragama). Pertanyaan saya, saudara bisa menjelaskan ini ketika ditanya penyidik dari dokumen juga?" tanya jaksa ke Darma.

"Iya betul dari dokumen juga," jawab Darma.

Dalam persidangan ini, Wawan duduk sebagai terdakwa dalam kapasitasnya sebagai Komisaris Utama PT BPP. Dia didakwa merugikan negara terkait pengadaan alat kesehatan (alkes) di Banten dan Tangerang Selatan serta tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Tonton juga PKS Prediksi Omnibus Law Bakal Banyak Korupsi Tak Terduga :

[Gambas:Video 20detik]

(fai/dhn)