Brompton yang Dipakai PM Inggris Tetap Harus Di-SNI-kan, Kemenperin: Biar Adil

Sachril Agustin Berutu - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 17:09 WIB
Presiden Joko Widodo bersepeda di acara Car Free Day (CFD) bersama Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) dan Wali Kota London Boris Johnson, Minggu (30/11/2014). Dalam kesempata itu, Boris Johnson memberikan 12 sepeda kepada Ahok.
PM Inggris Boris Johnson memakai Brompton bersama Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu (lamhot/detikcom)
Jakarta -

Sepeda Brompton yang kerap dipakai Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson kini digemari di Indonesia. Belakangan, sepeda Brompton dipermasalahkan di Indonesia karena tidak berlogo Standar Nasional Indonesia (SNI). Mengapa Pemerintah Indonesia tetap mewajibkan Brompton ber-SNI meski sudah dipakai banyak orang, termasuk Boris Johnson?

"Karena kita harus adil juga, produk lokal juga sama. Kecuali kalau ada perjanjian MRA (Mutual Recognition Arrangement) itu. Jadi saling sama-sama pengakuan," kata Kasubdit Pengawasan dan Penegakan Hukum Standarisasi Industri (BPPI), Kementerian Perindustrian (Kemenperin), Yosi saat berbincang dengan detikcom di Kantor Kemenperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (10/2/2020).

"Misalnya, kita ada produk sepeda kita, diakui juga di sana (di Inggris-red). Di sana SNI kita diakui enggak di Inggris? Kan gitu. Kalau misalnya kita diakui di sana (di Inggris-red), kita bisa akui mereka. Sekarang pertanyaannya kan belum tentu SNI kita diakui dis ana. Makanya kita juga belum ada pengakuan si Brompton ini, si sepeda dari Inggris ini," lanjut Yosi.

Yosi menerangkan, sepeda Brompton tetap harus berlogo SNI meski sudah diakui dunia. Tanpa ada MRA, lanjutnya, Indonesia tidak akan mengakui kualitas suatu produk dari negara luar.

Selanjutnya
Halaman
1 2