Mengingat Video Anak-anak ISIS Bakar Paspor Hijau

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 14:14 WIB
Video pembakaran paspor hijau dan merah oleh anak-anak ISIS. (Dok Media Sosial)
Video pembakaran paspor hijau dan merah oleh anak-anak ISIS. (Dok Media Sosial)
Jakarta -

Pro dan kontra pemulangan warga negara Indonesia (WNI) eks ISIS mengemuka lagi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menolak mereka pulang. Seiring dengan itu, memori pembakaran paspor hijau Republik Indonesia terungkit kembali.

Peristiwa pembakaran paspor Indonesia menjadi argumen penolakan terhadap pulangnya eks ISIS ke Tanah Air. Argumen ini dikemukakan salah satunya oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo untuk menolak eks ISIS kembali ke Jawa Tengah.

"Jateng punya program khusus untuk deradikalisasi. Tapi yang di luar negeri itu jelas bukan tanggung jawab kami. Apalagi mereka sudah dengan sengaja membakar paspor WNI," tegas Ganjar melalui pesan singkat kepada wartawan di Semarang, Jumat (7/2/2020).

Hal yang sama juga dikemukakan Tenaga Ahli KSP Ali Mochtar Ngabalin. Dia mengutarakan ketidaksetujuannya terkait pemulangan WNI eks ISIS meski pemerintah masih melakukan kajian untuk aturan hukum WNI eks ISIS. Namun yang jelas, mereka sudah membakar paspor Indonesia.

"Karena kau sudah menyebutkan negara ini negara thagut, negara kafir. Dia merobek-robek, membakar-bakar paspornya. Makan itu kau punya paspor. Meskipun semua agenda-agenda ini kan ada regulasinya, ada aturannya," kata Ngabalin, Minggu (9/2).

Peristiwa WNI telah membakar paspor selama bergabung dengan ISIS juga diulas oleh politikus PDIP Charles Honoris. "Bagi mereka yang dari awal sudah jelas-jelas berkeinginan bergabung dengan ISIS, bahkan sampai membakar paspor, ini kan sudah jelas meninggalkan," kata Charles, Kamis (6/2).

Simak juga video Soal WNI Eks ISIS, Ketua Wantim MUI: Kewajiban Pemerintah Melindungi: