Jelang Sidang Tuntutan, Massa Demo di PN Bogor Minta Ariyanto Dibebaskan

Zunita Putri - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 13:30 WIB
Massa demo di PN Bogor Tuntut Ariyanto dibebaskan
Foto: Massa demo di PN Bogor Tuntut Ariyanto dibebaskan (Zunita/detikcom)
Bogor -

Kelompok massa yang mengatasnamakan keluarga mahasiswa Universitas Pakuan menggelar aksi di depan Pengadilan Negeri Bogor, Jawa Barat. Mereka meminta terdakwa Ariyanto dibebaskan.

Pantauan detikcom, ada sekitar 20 orang terlihat berbaris di depan pintu masuk PN Bogor, Jalan Pengadilan Raya, Bogor, Jawa Barat, Senin (10/2/2020), pukul 12.55 WIB. Sebagian dari mereka memakai almamater berwarna ungu.

Mereka juga datang membawa spanduk bertuliskan 'Bebaskan kawan kami stand with Ariyanto'. Selain itu ada juga yang membawa spanduk bertuliskan 'Keluarga Besar Himpunan Alumni Tri Dharma Bogor'.

"Kami bergerak bersama dalam gerakan ini, demi tercapainya hal-hal yang bisa membangun kebaikan untuk kita semua, dan kami menuntut, bebaskan Ariyanto dan tahanan politik lainnya," kata orator.

Jelang Sidang Tuntutan, Massa Demo di PN Bogor Minta Ariyanto DibebaskanFoto: Massa demo di PN Bogor Tuntut Ariyanto dibebaskan (Zunita/detikcom)

Sejumlah petugas kepolisian juga tampak berjaga di depan pintu masuk PN Bogor. Polisi Wanita (Polwan) juga berjaga di sekitar PN Bogor.

Kakak Ariyanto, Andriawan juga meminta agar jaksa menuntut bebas Ariyanto. Dia juga berharap majelis hakim PN Bogor bisa memutus bebas Ariyanto nantinya.

"Harapan saya mah bebas Ariyanto. Kasihan orang tua saya juga," kata Andriawan saat ditemui di PN Bogor.

Untuk diketahui, hari ini Ariyanto (21) akan menghadapi sidang tuntutan. Rencananya pembacaan surat tuntutan akan dibacakan pukul 14.00 WIB.

Ariyanto didakwa melakukan kekerasan dan melawan anggota Polresta Bogor Kota saat demo RUU KPK di Jalan Jalak Harupat, Sempur, Bogor, Jawa Barat. Ariyanto disebut jaksa memukul polisi saat demo berlangsung.

Kasus ini berawal pada Rabu 25 September 2019, saat itu Ariyanto bersama rekannya sedang berada di Jalan Jalak Harupat, Sempur, Bogor Tengah, mereka hendak mengikuti demo siswa SMK seluruh Bogor untuk membatalkan RUU KPK dan KUHP. Namun, demo itu tidak jadi lantaran akses menuju Jakarta ditutup untuk siswa Bogor yang ingin melakukan demo.

Jaksa mengatakan Ariyanto bersama rekannya menutup Jalan Jalak Harupat, Sempur, Bogor itu. Tak lama dari situ, Chandra Nelson datang menghampiri mereka dan mengimbau agar Ariyanto dan siswa SMK lainnya membubarkan diri. Namun tidak digubris oleh mereka dan memukul Chandra.

"Kemudian datang saksi Chandra Nelson menyalakan sirine motor dan mengimbau agar para siswa SMA atau SMK untuk membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing, kemudian kesal hendak dibubarkan, terdakwa Ariyanto berteriak 'demokrasi' sambil memukul dengan kepalan tangan kanan ke arah kepala saksi Chandra dan mengenai rahang sebelah kanan sebanyak dua kali kemudian diikuti oleh para pelaku (saat ini masih DPO)," jelas jaksa.

"Ada juga yang menendang, ada juga yang memukul. Lalu anak Muhamad Gilang Ramadhan juga ikut menyabetkan penggaris panjang sebanyak dua kali. Namun tidak kena sehingga saksi Chandra Nelson yang menggunakan sepeda motor BM terjatuh," tambahnya.

Karena perbuatan Ariyanto bersama rekannya itu, kata jaksa, Chandra mengalami luka memar pada pipi sisi kanan yang diakibatkan oleh benda tumpul. Hal itu dibuktikan dengan bukti visum yang dilampirkan Chandra.

Atas dasar itu, Ariyanto didakwa melanggar Pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP atau Pasal 212 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak Video "Komnas HAM Menduga Polisi Lakukan Pelanggaran di Aksi Tolak RUU KPK"

[Gambas:Video 20detik]

(zap/hri)