Imam Besar Istiqlal Jelaskan Makna Filosofis Terowongan Silaturahmi

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 12:06 WIB
Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Nasaruddin Umar
Foto: Imam Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar (dok. detik20)
Jakarta -

Imam Besar Masjid Istiqlal Profesor Nasaruddin Umar senang ketika usul pembuatan terowongan silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral direstui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dia menjelaskan bahwa rencana pembangunan terowongan ini bermula dari idenya.

"Saya kira ini tipikalnya Indonesia. Kalau kita berpandangan positif, itu jelas menggambarkan kedamaian dan toleransi," kata Nasaruddin saat dihubungi detikcom, Senin (10/2/2020). Saat ini, Nasaruddin sedang menjalankan ibadah umroh di Arab Saudi, namun ia terus memantau perkembangan rencana pembangunan terowongan silaturahmi ini.


Nasaruddin menuturkan, selama ini keberadaan Masjid Istiqlal dan Katedral memang berdekatan tetapi secara psikologis terpisah. Hal ini dikarenakan kedua bangunan itu dipisahkan oleh sebuah jalan besar. Maka dari itu, Nasarudin kemudian mencetuskan ide lanskap rumah ibadah yang satu kompleks.

"Gagasan-gagasan itu saya pernah melontarkan, lanskap rumah ibadah itu satu kompleks. Cuma ini Istiqlal dan Katedral dipisahkan sama jalan sehingga pesan psikologisnya itu masih terpisah. Seandainya ada terowongan itu akan semakin tampak. Ini nilai jualnya Indonesia, di luar kan tidak bisa seperti di Indonesia ini," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2