5 Fakta Mengejutkan di Balik Sosok Tohap Silaban yang Ajak Duel Polisi

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Senin, 10 Feb 2020 09:04 WIB
Tohap Silaban ditangkap polisi
Foto: Tohap Silaban ditangkap polisi (Wilda Hayatun Nufus/detikcom)

Stres dan Emosional

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyebut Tohap Silaban, pemobil yang mengajak duel anggota Patroli Jalan Raya (PJR), mengalami stres. Tohap juga disebut memiliki emosi yang tinggi.

"Yang bersangkutan, dia memang sedikit mengalami stres, emosinya tinggi," kata Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Jakarta Barat, Jl S Parman, Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2020).

Tohap ditangkap saat sedang menenangkan diri di kedai kopi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat (7/2) malam. Tohap ditangkap tanpa perlawanan.


Simpan Bowie Knife-Taser

Tohap Silaban, pengemudi mobil yang mengajak duel polisi, kedapatan menyimpan senjata tajam jenis bowie knife hingga taser di dalam tas.

"(Alasannya) untuk jaga-jaga diri," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polres Jakbar, Jl S Parman, Jakarta Barat, Sabtu (8/2/2020).

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat Kompol Teuku Arsya Khadafi mengatakan Tohap Silaban tidak memiliki izin kepemilikan senjata tajam tersebut. Atas hal itu, Tohap Silaban juga dikenai Undang-Undang Darurat dengan ancaman 10 tahun penjara. "Katanya buat bela diri, digunakan sebagai senjata. Tapi kan senjata tajam jelas dilarang," kata Arsya.

Urine Negatif

Tohap telah menjalani tes urine. Hasilnya, urine Tohap negatif alkohol dan narkoba.

Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Teuku Arsya Khadafi, "Cek urine negatif, saat itu yang bersangkutan tidak dalam pengaruh apa pun,"
saat dihubungi, Minggu (9/2/2020).

Menurut Arsya, hal itu menunjukkan tersangka melakukan aksinya secara sadar. Arsya memastikan tersangka melakukan perbuatannya karena emosi ditilang oleh polisi. Padahal menurutnya tersangka secara sadar parkir di bahu jalan. "Emosi karena akan ditilang, padahal yang bersangkutan menunggu di tol untuk menghindari ditilang ganjil-genap," ujar Arsya.

Halaman

(aan/knv)