Polda Metro Waspadai Aksi Pembalasan Kelompok Azahari

Polda Metro Waspadai Aksi Pembalasan Kelompok Azahari

- detikNews
Rabu, 30 Nov 2005 11:56 WIB
Jakarta - Penyergapan Azahari yang akhirnya menewaskan gembong teroris itu memiliki dua sisi yang harus diperhatikan. Di satu sisi, ditemukan dokumen yang mengungkapkan strategi dan jaringan mereka. Tapi di sisi lain, kelompok Azahari akan melakukan pembalasan untuk menunjukkan bahwa eksistensi mereka tetap ada."Hal inilah yang mesti kita waspadai," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Firman Gani usai acara serah terima jabatan enam jabatan perwira menengah (pamen) di jajaran Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya, Jl. Sudirman, Jakarta, Rabu (30/11/2005).Firman juga menegaskan tidak akan menggelar operasi khusus untuk orang asing yang tinggal di Jakarta. Operasi akan digelar menjelang perayaan malam Natal dan Tahun Baru. Operasi ini mencakup keberadaan orang asing, pengamanan kedutaan-kedutaan, dan pengamanan umat Kristiani yang melakukan perayaan Natal dan Tahun Baru.Ketika ditanya apakah ada orang dan tempat yang dicurigai terlibat aksi terorisme, Firman mengatakan, penetapan suatu tempat atau suatu sekolah yang harus diwaspadai adalah langkah yang tidak profesional."Tetapi harus berdasarkan kegiatan intelijen atau info dari masyarakat. Kalau ada info dari masyarakat tentang orang yang dicurigai, baru kita bisa melakukan tindakan kepolisian berupa penyelidikan," katanya.Mengenai aksi kejahatan, terutama pencurian dengan kekerasan (curas) yang menggunakan senjata api, Firman mengaku tidak menyiapkan secara khusus, karena ada keterbatasan kemampuan anggota, kebosanan, dan lain-lain. Tetapi Polda membuat strategi, sehingga pada waktu yang diperlukan, polisi bisa bertindak optimal."Kita akan melakukan operasi yang lebih tajam lagi, misalnya operasi pada tempat yang rawan tempat penyimpanan uang, seperti bank, finance, company, dan lain-lain," katanya.SertijabAda pun enam pamen yang melakukan sertijab adalah Kombes Pol Arkian Lubis. Ia dimutasi dari semula Kepala Sekolah Polisi Negara Lido menjadi Direktur Intelijen dan Keamanan Polda Kaltim.Kemudian AKBP Agus Prayitno, dari Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjadi Kepala Sekolah Polisi Negara Lido. AKBP Joko Hartanto, dari Kapolres Bekasi menjadi Kapolres Purwakarta. AKBP Puwardi Arianto, dari Wakil Kapolres Bekasi menjadi Kapolres Bekasi.Lalu AKBP Bastomi Sanap Sana, dari Direktur Polisi Air Polda Metro Jaya menjadi Kapolres Temanggung. Dan terakhir AKBP Frederik Kala Lembang, dari Wakil Kapolres Metro Tangerang menjadi Direktur Polisi Air Polda Metro Jaya. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini