AS Kekurangan Strategi Perangi Pendanaan Teroris
Rabu, 30 Nov 2005 11:26 WIB
Jakarta - Perang melawan terorisme merupakan prioritas pemerintahan Presiden AS George W Bush. Tapi ternyata, pemerintah AS justru kurang memiliki strategi untuk membantu pemerintah asing memerangi pendanaan terorisme.Demikian terungkap dalam laporan investigasi Kongres AS seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (30/11/2005)."Pemerintah AS kekurangan strategi terpadu untuk mengkoordinasikan pengiriman bantuan teknis dan pelatihan untuk memerangi pendanaan terorisme ke negara-negara yang rentan akan pendanaan teroris," demikian laporan Kantor Akuntabilitas Pemerintah (GAO).Menurut GAO, hal ini disebabkan oleh adanya persaingan di antara Departemen Luar Negeri (Deplu), Kehakiman, dan Keuangan AS. "Departemen Keuangan tidak bisa menerima kepemimpinan Deplu," sebut laporan GAO.Pemerintah AS telah mengidentifikasi 26 negara yang menjadi surga bagi para pendana teroris, karena bisa memanfaatkan kendurnya pengawasan dan lemahnya regulasi pencucian uang.Deplu AS yang disebut-sebut dalam laporan ini mengaku belum melihat versi final laporan GAO. Demikian disampaikan Juru bicara Deplu AS Sean McCormack. Namun dikatakannya, Deplu bersedia mempertimbangkan cara-cara untuk memperbaiki upaya penelusuran pembiayaan teroris."Kami akan melihat laporan itu, dan jika ada masalah yang harus diselesaikan, kami akan menyelesaikannya," tegasnya.
(ita/)











































