Cap Go Meh di Semarang, Walkot Hendi Sambangi Sinci Gus Dur

Nurcholis Ma'arif - detikNews
Minggu, 09 Feb 2020 19:57 WIB
Hendrar Prihadi
Foto: Pemkot Semarang
Jakarta -

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyambangi gedung Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong atau Rasa Dharma di Gang Pinggir, Kawasan Pecinan Semarang. Hal ini dilakukan di momen perayaan Cap Go Meh di Kota Semarang.

Hendi, sapaan akrab wali kota, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan Rasa Dharma yang dinilai selalu memberikan bantuan dan manfaat bagi warga Kota Semarang tanpa membeda-bedakan.

Ia menekankan, kebersamaan ini sekaligus menjadi bukti persaudaraan sebagai bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia dan Kota Semarang. Ia datang ke gedung yang memiliki sinci Gus Dur tersebut untuk membuka bakti sosial Paguyuban Rasa Dharma.

"Tidak ada lagi minoritas dan mayoritas, yang ada adalah kita semua sebagai satu keluarga besar bangsa Indonesia," ungkap Hendi dalam keterangannya, Minggu (9/2/2020).

Hendi yang juga Ketua PDIP Kota Semarang dan kader NU itu, mengajak seluruh anggota paguyuban, etnis Tionghoa, dan seluruh warga untuk menjaga kebersamaan, kerukunan, kondusivitas yang telah terjaga baik selama ini. Komunikasi juga ditekankan oleh Hendi dalam rangka menjaga kondusivitas ini supaya terus berlanjut.

Sementara itu kegiatan yang dilaksanakan di gedung perkumpulan paguyuban, Jalan Gang Pinggir ini diikuti ratusan anggota dan warga masyarakat. Berbagai agenda, mulai dari jamuan Tuk Panjang, lontong Cap Go Meh, pengobatan gratis, pijat refleksi dan pijat akupunktur hingga pembagian sembako gratis mengisi kegiatan baksos ini.

Tak hanya merayakan Cap Go Meh, baksos juga menjadi agenda dalam merayakan HUT ke-144 Paguyuban Sosial Rasa Dharma yang telah berdiri sejak tahun 1876.

"Apa yang dilakukan paguyuban sosial Rasa Dharma ini perlu diapresiasi dan ditiru oleh organisasi sosial lainnya. Merayakan ulang tahun organisasi sekaligus merayakan Cap Go Meh dengan bakti sosial dan memberikan bantuan kepada masyarakat tentu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Hendi, kontribusi paguyuban Rasa Dharma ini juga merupakan bagian dari konsep bergerak bersama untuk menjadikan Kota Semarang semakin baik dan semakin hebat. Anggaran kesehatan yang sudah diwujudkan melalui berbagai program kesehatan bagi warga akan semakin maksimal dengan adanya dukungan program dari organisasi sosial masyarakat seperti Rasa Dharma ini.

Sebagai informasi, Gedung Rasa Dharma merupakan tempat berkumpulnya warga Tionghoa yang diyakini tertua di Semarang, yaitu sejak 1876. Menariknya pada altar sembahyang di dalam gedung tersebut terdapat sebuah sinci atau papan bertuliskan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang notabene tokoh muslim Indonesia. Dipasang sejak Agustus 2014. Adanya nama presiden ke-4 RI tersebut diharapkan agar selalu didoakan oleh banyak orang yang menghormatinya.

Tonton juga DPRD DKI Jakarta Belajar Penanganan Banjir Hingga ke Semarang :

[Gambas:Video 20detik]

(mul/mpr)