8 Bulan Dirawat, Gajah Salma yang Kena Jerat di Aceh Timur Mati

Agus Setyadi - detikNews
Minggu, 09 Feb 2020 16:10 WIB
Gajah Salma saat ditemukan pada Juni 2019. (Dok BKSDA Aceh)
Foto: Gajah Salma saat ditemukan pada Juni 2019. (Dok BKSDA Aceh)
Banda Aceh -

Anak gajah betina berusia 1,5 tahun yang terkena jerat di hutan Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Aceh mati setelah delapan bulan dirawat. Gajah Salma diduga mati akibat gangguan pencernaan, jantung, dan limpa.

"Anak gajah tersebut mati pada Jumat 7 Februari kemarin sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Gajah mati saat sedang dalam perawatan di CRU Serbajadi Aceh Timur yang disebabkan karena sakit," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto kepada wartawan, Minggu (9/2/2020).



Menurut Agus, kondisi gajah Salma semakin menurun sejak Desember akibat kelemahan karena nafsu makannya tidak stabil. Tim medis beberapa kali melakukan pemeriksaan sampel darah untuk mengetahui perkembangan kondisi fisiologi.

Namun setiap dilakukan pengulangan pemeriksaan, hanya anemia dan hipoproteinemia saja yang terlihat rendah. Agus menjelaskan, tim dokter kemudian memberikan treatment atau vitamin untuk merangsang pembentukan sel darah dan infus asam amino.

"Namun kondisinya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan," sebut Agus.



Agus mengungkapkan, sejak dievakuasi pada Juni 2019 lalu, kondisi gajah Salma tidak selincah dan seagresif bayi gajah lainnya. Beberapa perlakuan khusus dilakukan termasuk soal makanan.

Menurutnya, dari hasil nekropsy yang dilakukan drh Anhar, diperkirakan gajah tersebut mati karena rendahnya nafsu makan akibat gangguan sistem pencernaan. Selain itu, pergerakan gajah Salma tidak selincah bayi gajah lainnya akibat adanya gangguan fungsional pada jantung.

"Anemia yang dialami gajah Salma disebabkan proses pembentukan sel darah merahnya mengalami gangguan akibat limfanya tidak berkembang secara normal," beber Agus.

Seperti diketahui, seekor anak gajah betina berusia sekitar setahun terkena jerat di Aceh Timur, Aceh pada Juni 2019 lalu. Kondisi hewan berbelalai itu memprihatinkan dan terpisah dari induknya.

Saat ditemukan setelah dua hari pencarian, kondisi anak gajah terluka karena jerat yang sudah infeksi cukup parah. Diperkirakan gajah tersebut sudah terluka selama dua mingguan. Anak gajah tersebut juga dehidrasi.

(agse/idn)