Sosialisasi Empat Pilar, MPR Ingatkan soal Perpecahan

Alfi Kholisdinuka - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 23:59 WIB
Lestari Moedijat
Foto: Dok. MPR RI
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengingatkan perpecahan yang menimpa Uni Soviet, bukan tidak mungkin akan terjadi di Indonesia. Karena keberagaman yang dimiliki Indonesia, jauh lebih besar dibanding Uni Soviet.

Apalagi, sejarah berdirinya Indonesia, berasal dari negara negara yang sudah ada sebelum NKRI lahir. Kemudian, mereka mengikrarkan dirinya untuk bersatu padu, dan meleburkan diri menjadi bangsa Indonesia.

"Padahal apa yang kita terima adalah anugerah. NKRI bukan hanya slogan, tapi tekad mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sumpah. Inilah tantangan yang akan terus dihadapi oleh generasi muda, baik zaman sekarang maupun masa depan," kata Lestari dalam keterangannya, Sabtu (8/2/2020).

Pernyataan itu disampaikannya saat menjadi pembicara pada Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan metode Workshop di hadapan Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ciputat, Tangerang Banten.

Lestari menuturkan fenomena kembalinya negara-negara kecil, seperti sebelum Indonesia merdeka kini hadir kembali. Ada yang sangat serius, sampai menggunakan senjata. Ada juga yang terlihat seperti lucu-lucuan, termasuk menyertakan atribut kuda.

"Semua ini menjadi fenomena sekaligus peringatan yang harus dipahami bahwa NKRI belum sepenuhnya menjadi kesepakatan bersama," ucapnya.

Oleh karenanya, untuk mengeliminir potensi perpecahan di Indonesia, Lestari mengajak generasi muda untuk memahami dan menjiwai Empat Pilar MPR RI. Serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Ini penting karena Generasi muda akan selalu menghadapi perubahan yang sangat cepat, bukan hanya teknologi dan informasi. Tetapi juga perubahan menyangkut budaya dan nilai-nilai.

"Perubahan yang cepat disertai keterbukaan, akan diikuti masuknya nilai-nilai asing, dan bisa berakibat terpinggirnya pancasila. Inilah tantangan yang akan terus dihadapi generasi muda sebagai calon pemimpin masa depan," jelasnya.

Diketahui, sosialisasi Empat Pilar dengan metode workshop ini terlihat lebih semarak, karena berlangsung dua arah. Semua peserta tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga terlibat dalam permainan dan penerapan nilai-nilai Empat Pilar, yang diperagakan selama berlangsungnya kegiatan. Mereka juga mendapatkan ruang yang cukup, untuk menyampaikan pandangan dan pendapatnya seputar Empat Pilar.

(prf/ega)