Hari Pers Nasional, CT Bicara Tantangan Media Era Digital

Farih Maulana Sidik - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 16:56 WIB
Founder and Chairman CT Corp, Chairul Tanjung mengahadiri perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Founder and Chairman CT Corp Chairul Tanjung mengahadiri perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. (Farih/detikcom)
Banjarmasin -

Founder and Chairman CT Corp Chairul Tanjung menghadiri perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2020 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. CT berbicara tentang tantangan industri media yang berubah dan harus diantisipasi.

Hal itu disampaikan CT dalam acara bertema Konvensi Nasional Media Massa 'Daya Hidup Media Massa di Era Disrupsi Digital, Tata Kelola Seperti Apa yang Dibutuhkan?'. Acara itu merupakan rangkaian perayaan HPN 2020.

CT mengatakan perubahan yang terjadi di era sekarang membuat industri media ini menjadi berubah. Perubahan itu, kata dia, harus menjadi perhatian agar bisa diantisipasi sehingga tak hilang ditelan zaman.

"Terlihat bahwa sekarang itu media-media konvensional mulai mengecil pendapatannya, sementara media-media digital itu menjadi lebih besar. Nah, perubahan ini sebuah keniscayaan karena gaya hidup manusia berubah, media digital lebih cepat memberikan informasi, dan yang paling penting banyak hal yang dilakukan oleh media digital bukan hanya sebagai media, tapi hal-hal lain," kata CT di Hotel Rattan Inn, Jl A Yani, Banjarmasin Selatan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (7/2/2020).


CT menuturkan persaingan perusahaan media kali ini bukan hanya dengan sesama perusahaan media. Menurutnya, persaingan yang sebenarnya juga terjadi dengan perusahaan yang bukan media namun menguasai informasi dan teknologi.

"Kita tahu perusahaan-perusahaan besar sekarang ini, seperti Amazon, Facebook, Google, pada dasarnya bukan perusahaan media. Tetapi mereka kalau kita lihat Facebook itu perusahaan social media, Google itu searching. Yang terjadi sekarang tiga perusahaan ini sudah mengambil iklan yang jauh lebih besar dari perusahaan-perusahaan media," katanya.

CT menyebut pendapatan dari ketiga perusahaan itu bisa mencapai USD 4,4 triliun. Menurutnya, jika dikalkulasikan, pendapatan tiga perusahaan tersebut akan menjadi negara keempat terbesar di dunia.

"Nomor satu Amerika, kedua China, ketiga Jepang, setelah itu ya ini. Bukan tidak mungkin mereka akan mengalahkan Jepang, dan nanti akan mengalahkan China dan mengalahkan Amerika," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2