Masjid Istiqlal, Begini Sejarah dan Makna Desain Arsitekturnya

Tri Suharyati - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 05:40 WIB
Untuk pertama kalinya sejak berdiri 41 tahun silam, Masjid kebanggaan Indonesia ini melalukan renovasi besar-besaran. Seperti apa penampakan terkininya?
Renovasi masjid istiqlal. (Foto: Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Jumat siang (7/2/2020) melihat perkembangan proses renovasi Masjid Istiqlal. Presiden mengingatkan agar renovasi dilakukan secara hati-hati. Ada beberapa yang tidak bisa direnovasi total karena merupakan warisan budaya.

"Ini adalah warisan pusaka sehingga pengerjaannya harus hati-hati, tidak boleh merusak," kata Jokowi kepada wartawan.

Masjid Istiqlal merupakan Masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid dibangun sebagai rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Bangunannya dibangun lima lantai di atas tanah seluas 9,5 hektare.

Istiqlal diambil dari bahasa Arab yang artinya merdeka. Sebagai rasa bersyukur kepada Allah atas kemerdekan Indonesia, sekaligus untuk menghormati pejuang Islam yang gugur dalam perang.

Presiden Sukarno ketika itu menggelar sayembara desain Masjid Istiqlal. Bung Karno yang juga seorang arsitek menjadi ketua dewan juri. Setelah dilakukan penilaian, rancangan Frederich Silaban, arsitek yang beragama Kristen Protestan terpilih sebagai pemenang. Pemerintah memberikan hadiah berupa medali emas seberat 75 gram dan uang tunai sebesar Rp. 25.000.

Pemancangan tiang pertama sebagai penanda dimulainya pembangunan dilakukan pada 24 Agustus 1961, bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Musabab situasi politik ketika itu, proses pembangunan Masjid Istiqlal butuh waktu 17 tahun hingga akhirnya masjid resmipada 22 februari 1978.

Adapun makna yang terdapat pada setiap arsitektur Masjid Istiqlal dikutip dari laman resmi Masjid Istiqlal adalah:

1. Masjid Istiqlal Memiliki Kubah Berukuran Besar

Kubah Masjid Istiqlal memiliki ukuran yang sangat besar yakni berdiameter 45 meter. Angka 45 melambangkan tahun 1945, tahun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Ada 12 pilar yang menopang kubah ini. Angka 12 ini diambil dari tanggal kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yaitu 12 Rabiul Awwal. Sekaligus menandakan ada 12 bulan dalam setahun.

2. Masjid Istiqlal Memiliki 5 Lantai dan 1 lantai dasar

Masjid terbesar ini memiliki 5 lantai, untuk menandai ada 5 poin dalam rukun Islam. Hal tersebut sebagai pengingat kaum muslim, bahwa ada 5 kewajiban yang harus dilakukan.

3. Masjid Istiqlal Hanya Memiliki satu Menara

Satu menara ini dibangun untuk melambangkan tanda keesaan Allah. Menaranya berlapis marmer berdiameter 5 meter dan berukuran tinggi 66,66 meter (6.666 cm), melambangkan jumlah ayat dalam Al Qur'an. Ujung menaranya terbuat dari kerangka baja setinggi 30 meter melambangkan 30 juz dalam Al Qur'an.

4. Masjid Istiqlal Memiliki Tujuh Pintu dengan nama Asmaul Husna

Terdapat tujuh pintu masuk ke dalam Masjid Istiqlal. Masing-masing pintu memiliki nama asmaul husna, dari pintu utama bernama Al Fattah, As Salam dan Ar Rozzaq selanjutnya bernama Al Quddus, Al Malik, Al Ghaffar, dan Ar Rahman. Angka tujuh juga diambil sebagai tanda bahwa ada tujuh lapisan langit kosmologi alam semesta Islam, serta terdapat tujuh hari dalam seminggu.

(erd/erd)