Wantimpres Habib Luthfi Hadiri Groundbreaking Proyek Pipa BPH Migas

Akfa Nasrulhak - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 20:09 WIB
BPH Migas
Foto: Akfa Nasrulhak
Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) menggelar groundbreaking proyek pembangunan pipa transmisi gas Cirebon-Semarang di Rest Area Tol KM 379A, Ruas Tol Semarang-Batang. Hadir dalam kesempatan itu, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga seorang ulama terkemuka Indonesia, Habib Luthfi bin Yahya.

Dalam kesempatan itu, Habib Luthfi menyatakan dukungan penuh atas dimulainya pembangunan proyek pipa sepanjang 255 km tersebut. Ia berharap, dengan bertambahnya infrastruktur energi tersebut, dapat menjadi tanda kemakmuran Indonesia.

"Dengan adanya proyek ini, secara pribadi saya memberikan apresiasi dan dukungan yang penuh. Mungkin, di Jawa Tengah ini memang berpotensi sekali, karena melalui jalan tolnya. Saya sebagai warga Pekalongan khususnya, sangat berterima kasih dengan adanya pembukaan groundbreaking dengan adanya pipa tersebut, semoga menjadi tanda kemakmuran, khususnya di Indonesia," ujar Habib Luthfi dalam sambutannya.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa mengatakan pembangunan proyek pipa tersebut ditargetkan dapat selesai dalam 24 bulan ke depan. PT Rekayasa Industri (Rekind) sebagai perusahaan pemenang lelang proyek tersebut pun diminta untuk menyelesaikannya sesuai dengan waktu yang telah disepakati.

"Hari ini kita buktikan dengan komitmen dari PT Rekind, kita wujudkan yang wacana selama 14 tahun, hari ini kita mulai. Dan kita saksikan PT Rekind bisa selesaikan (pembangunan pipa) dalam waktu 24 bulan. Jadi tanggal 7 februari 2022, paling lambat nanti Pak Jokowi atau Menteri ESDM mesti meresmikan," ujar Ifan, sapaan akrabnya.

Ifan mengatakan proyek pipa Cirebon-Semarang ini merupakan infrastruktur strategis yang merupakan bagian dari proyek strategis nasional yang akan menghubungkan pipa sepanjang Jawa (trans Jawa) dari Banten hingga Jawa Timur dengan Panjang ±1.538 km.

"Proyek pipa ini ada dalam RJPMN, ada juga dalam Proyek Strategis Nasional. Proyek ini hasil dilelang dan tadi disebutkan ada dalam Perpres 79 Tahun 2019, jadi ini sudah lengkap untuk mesti dibangun," ujar Ifan.

Adapun kapasitas desain proyek ini adalah 350 sampai 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Di mana nilai toll fee yang akan berlaku adalah 0,36 US$ per MMBTU. Tarif toll fee ini sudah berdasarkan hasil lelang sehingga lebih efisien karena mendekati nilai toll fee tertimbang nasional yang sebesar 0,353 US$ per MSCF.

Dalam kesempatan itu, dilakukan juga nota kesepahaman antar PT Rekayasa Industri dengan beberapa mitra perusahaan sebagai pengangkut gas (Shipper) melewati pipa yang dibangun dan menjual hasil gas tersebut. Di antaranya PT PGN, PT Rukun Raharja, PT Bayu Buana Gemilang, dan PT Titis Sampurna.

Tonton Blak-blakan Kabareskrim: di Antara Novel Baswedan-Mafia Migas:

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)