Bagir Manan: Wartawan Harus Beretika dan Beri Contoh Baik

Muhammad Risanta - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 17:37 WIB
Bagir Manan di HPN 2020. (Ahmad Risanta/detikcom)
Bagir Manan di HPN 2020. (Ahmad Risanta/detikcom)
Jakarta -

Ahli hukum Bagir Manan mengajak wartawan dan media massa menjunjung tinggi etika publik. Jangan sampai awak media bertindak sebaliknya. Praktisi pers perlu memberikan contoh-contoh terbaik ke masyarakat.

"Ini yang menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai sebagai orang dan instrumen yang mendorong perubahan kita tak mampu menunjukkan contoh yang baik dalam beretika. Pers itu harus betul-betul benar dan menjadi contoh dalam beretika, termasuk dalam menjalankan fungsinya," ungkap Bagir Manan, dalam diskusi publik 'KUHP dalam Perspektif Kemerdekaan Pers', di Hari Pers Nasional (HPN) 2020, di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (7/2/2020).

Bagir Manan menambahkan pers yang bermartabat harus memiliki empat modal utama. Keempatnya adalah tetap loyal, setia, dan taat menjalankan prinsip jurnalisme demokratis, pers menjaga independensi, serta terakhir adalah pers tetap menjaga dirinya sebagai institusi publik.

Pers sendiri memiliki beragam fungsi dalam kehidupan masyarakat. Tidak sekadar menyampaikan informasi, pers pun berfungsi lebih jauh dalam membentuk pendapat atau opini di masyarakat. wartawan dan media massa jangan terlena oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Kemerdekaan Pers. Soalnya dalam undang-undang itu tidak pernah diatur secara jelas hukum pers. Insan pers diajaknya untuk tak sekadar menikmati kemerdekaan pers tapi lupa mengisinya dengan jurnalisme berkualitas.

"Seolah-olah jika wartawan dan pers akan diatur oleh hukum, maka wartawan acapkali bangga berlindung di UU Pers yang menyebutkan pers sepenuhnya pengaturan pers oleh pers sendiri. Padahal jika tanpa ada UU pers akan terjadi 'kebebasan' menggunakan kekuasaannya. Padahal kekuasaan tanpa batas itu cenderung korup," cetus mantan Ketua Dewan Pers ini.

Selanjutnya
Halaman
1 2