Brompton Diduga Tak Ber-SNI Disita Polisi, Aturan Diketok Airlangga Hartarto

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 16:23 WIB
Sepeda Brompton
Brompton (ari/detikcom)

Untuk memperoleh SNI harus dilakukan sejumlah uji teknis. Yaitu kepada:

1. Rangka sepeda.
2. Garpu sepeda.
3. Stang kemudi.
4. Sadel.
5. Pedal
6. Roda

Setelah lolos uji teknis, maka sepeda itu berhak diberi stempal SNI.

"Pembubuhan tanda SNI dilakukan pada bagian rangka sepeda roda dua dengan cara stiker atau stamping," bunyi Pasal 27 ayat 1.

Pelaku usaha yang melanggar tidak memperoleh SNI tetapi tetap mengedarkan sepeda roda dua, maka akan dikenai sanksi pidana sesuai dengan UU Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian. Pasal 120 UU Perindustrian mengancam siapa pun yang mengedarkan barang tanpa SNI kena hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara.

Pasal 120 UU Perindustrian selengkapnya berbunyi:

Setiap Orang yang dengan sengaja memproduksi, mengimpor, dan/atau mengedarkan barang dan/atau Jasa Industri yang tidak memenuhi SNI, spesifikasi teknis, dan/atau pedoman tata cara yang diberlakukan secara wajib di bidang Industri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (1) huruf b, dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Di negara asalnya, Brompton adalah sepeda dengan kualitas premium. Bahkan Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson kerap memakai Brompton untuk berangkat kerja ke kantornya di Downing Street 10. Lalu benarkan Brompton belum memuhi standar layak pakai di Indonesia?

Halaman

(asp/fjp)