Susupi Kelompok Islam, Upaya BIN Sama Dengan Orba
Rabu, 30 Nov 2005 06:20 WIB
Jakarta - Upaya penyusupan BIN terhadap kelompok Islam radikal dinilai sebagai tindakan yang telah dilakukan Orde Baru (Orba). Rencana BIN ini dianggap lebih mengedepankan security approach."Saya tidak setuju dengan rencana BIN. Ini sama saja dengan yang dilakukan Orba. Kalau rencanaitu dilakukan, berarti lebih mengedepankan security approach," kata pengamat dari International Center for Islam and Pluralism Syafii Anwar dalam perbincangannya dengan detikcom, Rabu (30/11/2005).MenurutSyafii, seharusnya BIN hanya melakukan monitoring saja. Karena jika sampai melakukan penyusupan, akibatnya akan menimbulkan radikalisme baru."Monitoring sih boleh. Tapi menyusupi kelompok radikal, akbatnya akan memancing radikalisme baru. Menyusupi itu akan menjurus ke arah kekerasan," tegas Syafii.Syafii menjelaskan, soal teror bom yang melanda Indonesia ini diakibatkan dari ketidakadilan global. "Contohnya seperti kejadian di Palestina. Hal ini akan menimbulkan solidaritas di antara umat Islam," ungkapnya.Lebih lanjut Syafii mengungkapkan, ketidakadilan global tersebut seharusnya dilawan dengan cara yang cerdas. Karena akar dari terorisme ini adanya paradigma yang salah yang dipahami kelompok-kelompok tersebut."Pelaku-pelaku teror telah melalui proses ideologisasi, karena mereka merasa ada penganiayaan terhadap dirinya dan sesamanya. Ada juga faktor-faktor ekonomi," tuturnya.
(ary/)











































