BIN Seharusnya Tidak Resahkan Masyarakat

BIN Seharusnya Tidak Resahkan Masyarakat

- detikNews
Rabu, 30 Nov 2005 05:12 WIB
Jakarta - Rencana penyusupan BIN ke dalam kelompok-kelomok Islam radikal terus menuai kecaman. BIN seharusnya tidak menyampaikan opini yang meresahkan masyarakat tertentu."Dalam penganalisaan intelijen hal seperti itu tidak tepat. Dalam operasi intelijen juga tidak perlu ada pembentukan opini-opini yang negatif," kata anggota Komisi VII DPR Ramson Siagian dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (30/11/2005).Menurut politisi dari PDIP ini, apa yang dilakukan BIN telah memperlihatkan kurang profesionalnya Kepala BIN. "Apabila itu dilakukan maka akan menjadi tindak represif yang menyimpang dari amanat reformasi," jelas Ramson.Rencana ini sebelumnya diungkapkan oleh Kepala BIN Syamsir Siregar dalam raker dengan Komisi I DPR. Syamsir mengungkapkan untuk melumpuhkan aksi terorisme, BIN tidak akan segan-segan menyusup ke dalam kelompok Islam radikal.Sehubungan dengan dwi fungsi politik, lanjut Ramson, yang harus lebih dicermati adalah posisi rangkap pekerjaan antara sebagai politisi di tingkat eksekutif dan sebagai pengusaha. Hal itu dikarenakan pejabat-pejabat eksekutif sebagai pembuat kebijakan publik rentan menggunakan fasilitas jabatan untuk mengembangkan bisnisnya, apalagi bisnis besar. Menurut Ramon, upaya tersebut harus ada pagar berupa aturan yang bisa dijadikan dasar hukum. "Jangan sampai mau membuat kebijakan publik, tapi ujung-ujungnya untuk kepentingan bisnis. Ini akan berbahaya," tuturnya. (ary/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads