Sejarah Istiqlal dan Katedral yang Bakal Dihubungkan Terowongan

ADVERTISEMENT

Sejarah Istiqlal dan Katedral yang Bakal Dihubungkan Terowongan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 12:05 WIB
Presiden Joko Widodo meninjau proyek renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta. Jokowi tampak mengenakan peci saat meninjau renovasi masjid tersebut.
Foto: Jokowi tinjau Istiqlal (Rengga Sancaya)

Hatta tak setuju jika masjid yang menjadi simbol nasional itu di bangun di kawasan Pasar Baru yang dekat dengan bangunan-bangunan peninggalan Belanda, termasuk Gereja Katedral. Sebab menurut Hatta, akan membutuhkan biaya yang mahal untuk membongkar bekas benteng Belanda di sekitar lokasi itu.

Tetapi Sukarno tetap bersikukuh. Sukarno tetap ingin membangun Masjid Istiqlal di lokasi Pasar Baru itu untuk menunjukkan pesan toleransi umat beragama yang sejalan dengan nilai-nilai pancasila.

Masjid Istiqlal akhirnya tetap dibangun di kawasan itu, bertetangga dengan Gereja Katedral. Mulai dibangun pada 24 Agustus 1961 dan diresmikan oleh Presiden Sukarno pada 22 Februari 1978, ditandai dengan prasasti yang dipasang di area tangga pintu As-Salam.

Selama berdiri, kedua bangunan ini benar-benar menjadi simbol toleransi. Masjid Istiqlal kerap menyediakan parkir bagi para umat kristiani yang sedang menjalankan ibadah Misa Natal di Gereja Katedral. Sementara Gereja Katedral, tak jarang menyediakan lahan parkir bagi umat Islam yang melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal.


Sebelumnya, Jokowi mendapat usulan pembuatan terowongan yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral. Jokowi menyetujui usul tersebut.

"Tadi ada usulan dibuat terowongan dari Masjid Istiqlal ke Katedral. Tadi sudah saya setujui sekalian, sehingga ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi," kata Jokowi di proyek renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat(7/2/2020).

Terowongan yang dimaksud adalah terowongan bawah tanah. Jokowi menamainya dengan terowongan silaturahmi.

"Tidak kelihatan berseberangan, tapi silaturahmi. Terowongan bawah tanah, sehingga tidak nyeberang. Sekarang pakai terowongan bawah, terowongan silaturahmi," ucap Jokowi.


(rdp/fjp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT