Aset Bisnis TNI Masih Dikaji Tim Verifikasi Transformasi TNI

Aset Bisnis TNI Masih Dikaji Tim Verifikasi Transformasi TNI

- detikNews
Rabu, 30 Nov 2005 01:39 WIB
Jakarta - Tim Verifikasi Transformasi Bisnis TNI masih akan melakukan pengkajian terhadap aset-aset bisnis TNI. Kajian itu meliputi apakah bisnis yang ada itu milik TNI atau tidak, serta menggunakan aset negara atau tidak."Saya sebagai tim verifikasi akan melihat secara detail lagi, apa betul bisnis atau tidak, Mana bisnis yang dikonotasikan bisnis TNI yang menggunakan aset negara atau tidak," kata Ketua Tim Verifikasi Transformasi Bisnis TNI Muhammad Said Didu kepada wartawan usai bertemu Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (29/11/2005).Lebih lanjut Said Didu menjelaskan, bila menggunakan aset negara ada dua pilihan. Tidak menggunakan aset negara itu menurut UU tidak bisa diambil oleh negara, sehingga kemungkinan yang dilakukan adalah dikelola oleh yayasan atau koperasi. "Sehingga tidak melanggar UU TNI, UU Koperasi dan UU Yayasan," ujarnya.Bila tidak menggunakan aset negara akan dikaji lagi, lanjutnya, apakah itu entitas bisnis atau tidak. Kalau bukan entitas bisnis, maka yang akan terjadi adalah dikembalikan ke negara. Apakah negara akan mengembalikan ke TNI atau tidak. Kalau entitas bisnis dan menguntungkan ada dua kemungkinan, apakah akan menjadi BUMN atau tidak. Bila tidak menjadi BUMN, mungkin negara akan memiliki saham dibisnis tersebut walau tidak mayoritas."Jadi terhadap kegiatan bisnis yang menggunakan aset negara ada 4 kermungkinan, menjadi BUMN, bukan BUMN, dikembalikan ke TNI atau tetap dipegang negara," jelas Said Didu.Ketika ditanya tentang 10 bisnis TNI yang memiliki nilai Rp 5 miliar akan diambil pemerintah. Didu belum bisa menjawabnya. "Kami belum sampai demikian, tapi kami juga akan melihat bisnis yang harus ditangani secara cepat, contohnya Mandala yang menjadi prioritas untuk diverifikasi. jadi ada hal-hal yang krusial dan paralel," ungkapnya.Didu juga menargetkan pihaknya belum bisa menentukan nilai aset masing-masing unit bisnis yang ada di lingkungan TNI, karena belum ada audit tentang nilai aset tersebut. Namun, dia menjanjikan akan melakukan hal tersebut secepatnya."Saya janji secepatnya, tapi jangan sampai cepat tapi tidak clean dan clear, kami segera, kami belum tahu persis, karena aset menyebar dari Sabang sampai Merauke, variasi sangat tinggi, kerjasaman yang beragam, semua itu akan diaudit. Tahap pertama adalah untuk mendapatkan data dan mana yang menggunaka aset negara atau tidak," paparnya. (ary/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini