Serang Sipil, Pangdam Wirabuana Sesalkan Tindakan Anggotanya

Serang Sipil, Pangdam Wirabuana Sesalkan Tindakan Anggotanya

- detikNews
Selasa, 29 Nov 2005 22:50 WIB
Makassar - Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Arief Budisampurno menyesalkan tindakan anggotanya yang melakukan penyerangan balasan terhadap masyarakat di 3 dusun di desa Banri Manurung, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Makassar, Selasa 28 November dinihari.Saya kecewa dengan anggota saya. Sepatutnya mereka melakukan pembalasan melalui prosedur hukum. Tidak melakukan tindakan brutal," kata Arief di Gedung Jenderal Yusuf, Jl Jend Sudirman, Makassar, Selasa (29/11/2005).Menurut Pangdam VII Wirabuana, kejadian dipicu oleh pengeroyokan terhadap anggotanya oleh masyarakat di 3 dusun tersebut. Kejadian yang terjadi pada Senin (27/11/2005) dinihari ini terjadi di 3 dusun yakni dusun Karama, dusun Bonto Badong, dan dusun Ujung Moncong, desa Banri Manurung, kecamatan Bangkala, Kabupaten Jenopento."Lalu terjadilah penyerangan bersama-sama puluhan anggota dibantu dengan masyarakat juga," jelas Arief.Atas kejadian tersebut, Pangdam berjanji akan menjatuhi sanksi administrasi terhadap anggotanya yang turut melakukan penyerangan. Bahkan Pangdam berjanji akan sampaimemecat anggotanya itu."Saya akan jatuhi sanksi tegas. Saat ini sanksi admisnistrasi sudah saya putuskan dengan melakukan penundaan kenaikan pangkat. Namun ini akan diproses lagi sampai pengadilan militer. Kalau perlu saya tidak segan-segan memecatnya," tegas Pangdam.Arief menjelaskan, saat ini kondisi di 3 dusun tersebut sudah dapat dikendalikan. Dan rencananya akan ada pembicaraan dengan warga yang dirugikan akibat tindakan brutal tersebut. "Kerugian warga akan saya tanggung," tegasnya.Aksi balas dendam oknum TNI yang terjadi pada Sabtu 25 November lalu itu dipicu oleh tabrakan mobil antara salah seorang anggota TNI dengan inisial Pratu KH dengan seorang tokoh masyarakat. Saat itu, tokoh masyarakat itu meminta damai dengan oknum TNI tersebut.Namun, oknum TNI tersebut menolak ajakan damai tersebut. Lalu terjadi pengeroyokan terhadap oknum TNI tersebut oleh masyarakat dusun Karama. Kemudian pada Selasa (29/11/2005) dinihari, terjadi penyerangan balasan yang dilakukan puluhan anggota TNI. Penyerangan ini terjadi di dusun Karama, dusun Bonto Badong, dan dusun Ujung Moncong, desa Banri Manurung, kecamatan Bangkala.Akibat penyerangan ini, sekitar 40 rumah mengalami kerusakan. Dan diperkirakan ada 5 orang menagalami luka. (ary/)


Berita Terkait