Antisipasi Luapan Sungai Musi, Warga Bendung Rumah
Selasa, 29 Nov 2005 19:13 WIB
Palembang - Sebagian besar masyarakat Palembang saat ini membuat sejumlah bendungan atau menimbun halaman dan lantai rumah. Langkah ini menghadapi ancaman banjir akibat hujan dan meluapnya air sungai Musi.Aktifitas membuat bendungan, menimbun halaman atau lantai rumah dengan tanah itu terlihat di kawasan pemukiman yang berada di pinggiran atau tidak jauh dari sungai Musi, kawasan rawa-rawa atau anak sungai Musi."Kalau tidak seperti ini rumah kami akan tenggelam seperti tahun kemarin," kata Iskandar, warga Kalidoni, Selasa (29/11/2005), yang membendung pintu rumahnya dengan coran batu. Selain itu Iskandar juga terpaksa menimbun dan menyemen pinggiran dinding rumahnya agar air yang tergenang tidak meresap ke dalam rumah. "Ini kegiatan rutin setiap tahun," katanya.Parit atau saluran air yang dibuat pemerintah sendiri sebagian sudah dikerjakan di kawasan rawa-rawa yang berada di belakang rumahnya. Tapi, parit sedalam 3 meter yang menampung pembuangan ratusan rumah di Kalidoni itu tidak dapat dibuang ke sungai Musi, sebab anak sungai yang melintasi Jalan Lingkar Timur tertimbun. "Airnya yang kami buang, ya, kembali lagi," keluh Iskandar.Sementara itu, warga di Plaju dan Kertapati, yang sangat dekat dengan sungai Musi, sibuk membuat bendungan di halaman rumah mereka. Pembuatan bendungan ini baru ini kali dilakukan sebagian besar warga. "Biasanya kami menimbun, tapi, percuma air tetap masuk. Kalau dibendung, ya, tertahan. Tidak masuk rumah," kata Eddy, warga Sentosa Plaju.Memang, buat warga yang tidak mampu menimbun atau membuat bendungan, rumah mereka terancam tergenang banjir. "Ya, kita berdoa bae agar tidak banjir," kata Husin. Sebelumnya, Badan Meteorologi dan Geofisika Palembang memprediksi air sungai Musi akan mengalami pasang besar pada 2-7 Desember 2005. Ini disebabkan hujan yang akan turun dipredisikan dalam jumlah yang besar.
(ary/)











































