Doa Berlindung dari Godaan Setan

Tri Suharyati - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 04:03 WIB
Young muslim woman praying in mosque while wearing prayer veil
Doa berlindung dari godaan setan (Foto: Dok. iStock)
Jakarta -

Sejak awal diciptakannya Nabi Adam alaihissalam, setan telah bersumpah akan selalu berusaha menyesatkan manusia dengan berbagai cara. Mereka akan menggoda sampai manusia itu tersesat dan merugi. Karenanya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam menganjurkan umat Islam membaca doa berlindung dari godaan setan.

Dikutip dari buku 'Kumpulan Do'a dari Al-Quran dan As-Sunnah yang Shahih' karya Yazid bin Abdul Qadir Jawas . Berikut ini beberapa doa berlindung dari godaan setan:

وَقُلْ رَّبِّ اَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزٰتِ الشَّيٰطِيْنِ ۙ - ٩٧

Arab-Latin: Wa qur rabbi a'ụżu bika min hamazātisy-syayāṭīn

Artinya : Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. (QS. Al-Mu'Minun [23]: 97)

وَاَعُوْذُ بِكَ رَبِّ اَنْ يَّحْضُرُوْنِ - ٩٨

Arab-Latin: Wa a'ụżu bika rabbi ay yaḥḍurụn

Artinya : dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekati aku." (QS. Al-Mu'Minun [23]: 98)

Tafsir kedua ayat di atas berdasarkan situs Kemenag, Allah memerintahkan Nabi Muhammad untuk selalu taat dan berlindung kepada-Nya dari bisikan dan gangguan setan agar tidak diperdaya oleh setan dan melakukan kejahatan.

Demikianlah yang harusnya dilakukan oleh setiap manusia untuk memohon perlindungan kepada Allah dan dijauhkan dari gangguan setan yang terkutuk. Memang benar jika manusia sudah benar-benar taat kepada Allah, senantiasa ia akan terlindungi dari berbagai gangguan seperti gangguan setan.

Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi dan dinilai sahih oleh al-Baihaqi dari 'Amr bin Syu'aib dan ayahnya dari kakeknya ia berkata, "Rasulullah saw mengajarkan Dengan menyebut nama Allah, aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kemurkaan-Nya, dari siksa-Nya. Dari kejahatan hamba-Nya, dari bisikan-bisikan setan dan dari kehadiran setan kepadaku. (Riwayat Ahmad, Abu Daud dan at-Tirmidzi)

(erd/erd)