Bulan K3, Kemenhub Ingatkan Budaya Keselamatan Kerja di Pelabuhan

Nurcholis Ma - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 18:25 WIB
Ditjen Hubla
Foto: Ditjen Hubla
Jakarta -

Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) menyosialisasikan budaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan pelabuhan lewat workshop Penanggulangan Pencemaran oleh Minyak dan Kimia Barang Berbahaya Beracun (B3).

Kepala Kantor KSOP Kelas I Andi Hartono mengatakan, workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan dan penanggulangan pencemaran di perairan dan pelabuhan.

"Menyadari akan besarnya bahaya pencemaran minyak di laut serta peningkatan kualitas lingkungan yang sejalan dengan meningkatnya kebutuhan minyak sebagai sumber energi, maka timbulah upaya-upaya untuk pencegahan dan penanggulangan bahaya tumpahan minyak oleh negara-negara maritim," ujar Andi dalam keterangannya, Kamis (6/2/2020).

Kegiatan yang dilakukan dalam rangka memperingati bulan K3 nasional tahun 2020 ini digelar oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Panjang bersama seluruh insan maritim di Provinsi Lampung pada Rabu (5/2/2020).

Lebih lanjut Andi menjelaskan, organisasi maritim internasional atau International Maritime Organization (IMO) telah mengeluarkan berbagai ketentuan seperti Konvensi MARPOL 1973. Dalam konvesi tersebut disebutkan bahwa pada dasarnya tidak dibenarkan membuang minyak ke laut.

Di Indonesia, lanjut Andi, telah ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2010 tentang Perlindungan Lingkungan Maritim yang mewajibkan setiap organisasi bidang maritim melakukan upaya untuk mencegah dan menanggulangi pencemaran lingkungan perairan yang bersumber dari kegiatan yang terkait dengan pelayaran.

"Kementerian Perhubungan selaku regulator di bidang transportasi juga telah menerbitkan ketentuan teknis melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 58 Tahun 2013 tentang Penanggulangan Pencemaran di Perairan dan Pelabuhan serta PM. 29 Tahun 2014 tentang Pencegahan Pencemaran Lingkungan Maritim," terang Andi.

Menurut Andi, pada keadaan tanggap darurat dalam upaya penanggulangan pencemaran, contingency plan atau rencana panduan dan dokumentasi atas suatu kejadian yang tidak terduga sangat diperlukan dengan prioritas pada pelaksanaan serta jenis alat yang digunakan.

"Kami berharap masyarakat maritim dan stakeholder di Provinsi Lampung dapat termotivasi untuk berperan aktif dalam peningkatan pemahaman K3 sehingga tercipta pelaksanaan K3 secara mandiri," pungkasnya.

Dalam menyongsong bulan K3 Nasional tahun 2020, KSOP Kelas I Panjang juga menggelar berbagai rangkaian kegiatan lain seperti seminar, lokakarya, pameran simulasi K3 hingga lomba yel-yel K3 sekaligus lomba pemadaman kebakaran yang puncaknya akan dideklarasikan bersamaan dengan Upacara Bulan K3 Nasional pada 11 Februari 2020 mendatang.

Simak Video "MA Ingin Buat Aturan Jaminan Keselamatan Hakim Seluruh Perkara"

[Gambas:Video 20detik]

(akn/ega)